Jumat, 24 April 2026

Malang Raya

Tidak Semua Kampus Bisa Terima Lembaga Perdagangan Berjangka

"FTLC merupakan sarana edukasi dan sosialisasi memperkenalkan produk komoditas berjangka,"

SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Suasana di Futures Trading Learning Centre (FTLC) di Unika Widya Karya Kota Malang, Jumat (16/9/2016). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Tidak semua kampus atau perguruan tinggi terbuka menerima keberadaan lembaga perdagangan berjangka. Hal ini karena bisnis seperti ini dikhawatirkan rawan penipuan.

"Meski bukan kita yang melakukan," jelas Laurentius Gunawan, Direktur Utama PT Agrodana Futures, perusahaan pialang resmi perdagangan berjangka kepada SURYAMALANG.COM di Universitas Katolik Widya Karya Kota Malang, Jumat (16/9/2016).

Karena itu, pihaknya bersikap menyakinkan dulu ke perguruan tinggi bahwa pelaku-pelaku pasar tidak melakukan kecurangan.

"Setidaknya dengan belajar seperti ini, mahasiswa jika kuliahnya selesai, sudah dapat pembekalan," katanya.

Andai nanti mereka kemudian berpartisipasi, mereka tidak akan salah karena sudah mendapat bekal pengetahuan mengenai futures trading saat kuliah.

Laurentius berada di kampus itu menghadiri penandatanganan perjanjian kerja sama Futures Trading Learning Centre (FTLC) bersama PT Bursa Berjangka, PT Agrodana Futures, PT Jakarta Futures Exchange (JFX).

Ia menduga, keengganan kampus membuka diri karena isu-isu mengenai futures banyak masalahnya. Terutama ilegalnya. Ia tidak menutup kemungkinan, yang anggota legal juga ada yang nakal.

Namun untuk melihat legal dan ilegalnya, bisa dicek dari website. Antara lain dengan mengecek apa ada ada izin dari Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi).

Sementara Direktur Utama Jakarta Futures Exchange (JFX) Stephanus Paulus Lumintang menambahkan Futures Trading Learning Centre (FTLC) awalnya bernama JFX Centre. Namun dengan penambahan fasilitas menjadi FTLC.

"FTLC merupakan sarana edukasi dan sosialisasi memperkenalkan produk komoditas berjangka. Kampus berubah terus setiap tahunnya karena selalu ada mahasiswa yang lulus dan baru. Kami bisa memberikan penanaman fondasi ke mereka," katanya.

Untuk memudahkan mahasiswa belajar, ada account demo.

"Yang berbeda hanya mengenai dananya. Mereka bisa belajar bagaimana cara bertransaksi, dampak resiko, potensi yang ada," terangnya.

Rektor Unika Widya Karya, Albertus Herwanto O Carm MA menyatakan mahasiswa bisa belajar dari berbagai sumber. Tak hanya dari dosen tapi juga sumber di luar.

"Belajar tidak hanya dari buku, ruang kuliah saja, tapi dari praktik hidup karena ilmu jadi mudah dipahami," kata Romo.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved