Malang Raya

Urai Kemacetan Depan Stasiun Malang, Polisi Pasang Separator

Ada pemandangan berbeda ketika melintas di jalan raya depan Stasiun Malang Kota Baru. Terdapat separator dipasang di pertemuan jalan dari tiga arah

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Separator dipasang di pertemuan jalan dari tiga arah di depan Stasiun Malang Kota 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Ada pemandangan berbeda ketika melintas di jalan raya depan Stasiun Malang Kota Baru. Terdapat separator dipasang di pertemuan jalan dari tiga arah di kawasan tersebut.

Dari pantauan SURYAMALANG.COM, terdapat dua separator. Kedua separator ini ditempatkan di atas marka jalan di Jl Trunojoyo, persis di depan Stasiun Malang. Satu separator sepanjang sekitar 10 meter ditempatkan di sisi utara dari pintu masuk ke stasiun, sedangkan yang lebih pendek lagi berada di sisi selatan.

Separator itu terpasang tiga hari terakhir. Jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Malang Kota yang menempatkan separator itu. Adanya separator itu, mengarahkan pengendara berbagi lajur antara pengemudi baik dari arah utara Jl Trunojoyo, dari arah selatan jalan yang sama, juga dari arah barat Jl Kertanegara.

Titik tersebut, selama ini dikenal sebagai salah satu titik kemacetan di Kota Malang. Di jam-jam tertentu, kerap terjadi macet karena antar pengemudi tidak berbagi lajur dan waktu berjalan.

Kadang kala dari arah utara, kendaraan berbaris menjadi dua lajur, begitu juga dari arah selatan. Hal itulah yang menjadi keruwetan lalu lintas di jalan tersebut.

Karena lalu lintas, di pinggir jalan di depan stasiun juga menjadi area penurunan penumpang yang hendak masuk ke pintu masuk stasiun. Kendaraan diparkir atau berhenti di titik itu untuk menurunkan penumpang.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Malang Kota AKP David T Prasojo mengatakan, pemasangan separator di titik itu untuk mengurai kemacetan.

"Tujuannya untuk mengurangi titik konflik (kemacetan lalu lintas) di depan stasiun. Bentuk yang kami pasang masih temporer belum permanen," ujar David, Jumat (16/9/2016).

Satlantas, lanjutnya, juga masih memantau situasi lalu lintas di kawasan itu ketika dipasang separator. Pemantauan untuk menentukan hasil kajian. Menurut David, pihaknya membutuhkan waktu setidaknya seminggu untuk pemantauan dan pengkajian.

"Saya perlu mengetahui dinamika di hari Senin, Selasa, dan seterusnya. Bagaimana dinamika lalu lintas di hari-hari, juga jam-jam. Nanti hasilnya akan kami kaji, dan jika memang hasilnya diperlukan sesuatu yang permanen di situ kami akan sampaikan ke pemerintah," lanjutnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved