Malang Raya
Industri Kreatif Malang Incar Pasar Singapura
“Investor yang punya game juga sudah datang ke Malang untuk melihat kondisi,”
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Industri kreatif di Kota Malang membidik pasar Singapura. Beberapa startup sudah dalam pendekatan bekerja sama dengan sebuah perusahaan pengembang perangkat aplikasi untuk sistem Andioid dan iOS yang berbasis di negara itu.
Koorinator Badan Riset dan Pengembangan Malang Creative Fusion (MCF), Ardiansyah Rachmad Akbar, mengatakan, progres itu adalah yang terbaru setelah pembentukan wadah tersebut pada April 2016 lalu.
“Investor yang punya game juga sudah datang ke Malang untuk melihat kondisi,” katanya, Sabtu (17/9/2016).
Menurut dia, sebelum terbentuknya MCF, para pelaku industri kreatif di kota ini juga sudah membuka pasar masing-masing di berbagai tempat.
Tak sedikit di antaranya mencapai pasar luar negeri. Dengan pembentukan wadah itu, jaringan untuk membuka pasar-pasar bagi pelaku industri kreatif yang baru mulai menggeliat.
Sayangnya, belum ada data tentang pengembangan luasan pasar setelah deklarasi Kota Malang sebagai kota yang konsen dibidang industri kreatif hingga saat ini.
Padahal, pada industri sektor riil, data pengembangan pasar dan besaran transaksi terekam. Menurut pria yang akrab disapa Sasa itu, MCF juga tidak memiliki wewenang untuk masalah perekaman data.
“MCF memperkuat kolaborasi industri kreatif. MCF bukan organisasi. Kami adalah wadah yang mengkoordinasi startup,” ungkapnya.
Selain mengenalkan satu pelaku industri kreatif dengan pelaku lain di satu bidang, wadah itu juga lebih berfokus pada pengembangan potensi pasar.
Sasa mengatakan, data angka terkait progres industri kreatif belum tersusun. Namun, berbagai tawaran kerja sama dari berbagai pihak di luar daerah juga mulai berdatangan.
“Sebenarnya pelaku industri kreatif di Kota Malang sudah mempunyai pasar yang luas sebelumnya,” pungkasnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Malang Tri Widyani mengatakan, ada tiga indsutri kreatif bidang Teknologi Informasi (TI) yang paling menonjol pengembangannya, yakni industri animasi, game development, dan desain.
Ia mencontohkan, industri animasi yang terkumpul dalam wadah MCF sudah mejalin kerja sama pembuatan film animasi dengan stasiun televisi swasta nasional. Ia belum membocorkan detail tentang animasi yang dimaksud. Alasannya, proses pengerjaan masih berjalan.
“Nanti akan tayang akhir bulan depan,” ungkap Yani, sapaan akrabnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/industri-kreatif_20160316_143801.jpg)