Jagad Aneh

Wanita ini Muntah, Pesan Iga di Restauran, Tapi Malah Diberi. . .

Karena tidak tahan untuk muntah, dia pergi ke kamar mandi, untuk merekam dan mengunggahnya di Facebook, dimana...

Editor: Aji Bramastra
mirror.co.uk
Foto makanan yang diambil oleh Jefferson di kamar mandi restoran. Benar atau tuduhan semata? 

SURYAMALANG.COM - Ashley Jefferson mendapat pengalaman tak mengenakkan saat makan di sebuah restauran China yang ada di Maryland, Amerika Serikat.

Dia mengklaim memesan iga, tapi malah diberi cakar anjing oleh restaurant China.

Pengalaman mengerikan itu diklaim Jeferson dialaminya di sebuah restauran China di Havre de Grace, Maryland.

Karena tidak tahan untuk muntah, dia pergi ke kamar mandi, untuk merekam dan mengunggahnya di Facebook, dimana makanan itu masih ada cakar yang masih menempel.

Dia berencana membawa itu ke departemen kesehatan untuk diuji.

Jefferson mengatakan, "Semua bagi anda pecinta makanan China, saya sarankan anda melihat kembali, sebelum anda tersedak cakar anjing”.

Pada 15 September 2016 ia memposting gambar makanan itu di Facebook.

Namun pihak restoran menyangkal tuduhan dari Ashley.

Dalam posting Facebook mereka menulis, “Sebuah video menuduh kami mengunakan kaki anjing sajian. Namun, tuduhan ini TIDAK BENAR !!!!”.

Pihak resto juga mengatakan, “Video itu menunjukkan tulang rawan di ujung tulang rusuk yang seperti tulang rawan biasa”.

Dan mereka kemudia membagikan gambar dokumen dari Departemen Kesehatan dan Mental Maryland, “Tidak ada bukti adanya daging anjing di pelayanan ini”.

Kemudia Ashley memposting di Facebook, “Untuk semua orang yang telah melihat video saya, itu pendapat pribadi saya, saya bertujuan agar orang tahu saya akan menguji makanan itu.”

“Mungkin memang saya tidak seharusnya langsung menuduh itu adalah anjing, aku tahu aku tidak menikmati makanan disana”, lanjutnya.

Dia menambahkan, “Saya juga bertujuan agar pemilik resto tahu jika saya salah, maka saya akan datang dan minta maaf, juga akan klarifikasi di media sosial”.

Lalu dia juga mengatakan tidak mencari sensasi, dan tidak ingin terkenal dengan cara ini.

Menurut Jefferson, jika ia tidak ingin menghancurkan bisnis seseorang, dia ingin orang-orang tahu hasil tesnya baru dia siap minta maaf jika salah. (Eldining Wahyu Finarsih).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved