Jumat, 24 April 2026

Malang Raya

Wisatawan Ramai-ramai Serbu Panen Jeruk di Kabupaten Malang

“Awalnya dibawakan sama ponakan dari Malang sini, nyari di pasar katanya dari Malang. Jadi kalau ke Malang, pasti mampir ke sini,"

Penulis: Sany Eka Putri | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Seorang petani sedang memanen jeruk di Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Rabu (21/9/2016) 

SURYAMALANG.COM, DAU - Penantian bagi petani jeruk selama 9 bulan 10 hari terbayar sudah. Terutama bagi petani jeruk jenis Siem Pontianak. Jeruk jenis ini ternyata paling banyak diminati wisatawan.

Selain karena rasanya yang manis juga segar. Satu diantara wisatawan asal Mataram, Anidah (48), saat itu sedang memilih jeruk di satu tempat petik jeruk di Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Rabu (21/9/2016). Baginya, setiap dia ke Malang, ia selalu menyempatkan diri untuk memborong buah jeruk Siem Pontianak.

Tak tanggung-tanggung dia langsung membeli buah jeruk sebanyak 10 kilo untuk di bawa ke Mataram. Dia yang berkunjung ke Malang bersama 3 anggota keluarganya ini termasuk pecinta jeruk siem Pontianak.

“Awalnya dibawakan sama ponakan dari Malang sini, nyari di pasar katanya dari Malang. Jadi kalau ke Malang, pasti mampir ke sini. Ini sudah ke tiga kali ya saya ke sini. Kebetulan menjenguk saudara di Batu, jadi mampir ke sini,” ujar dia.

Dirinya lebih memilih untuk membeli langsung dari kebun ketimbang di supermarket. Karena lebih segar bisa langsung dinikmat begitu masak pohon sehabis diketik. Dikatakannya, tempat tinggalnya juga ada jeruk, tetapi tak semanis dan segar seperti jeruk di Desa Selorejo ini. bahkan dirinya ingin mencoba menanam jeruk selorejo ini di kota tempat tinggalnya.

“Kalau bisa sudah aku bawa satu pohonnya ke sana. Aku tanam dan pastinya buat aku sendiri,” celetuknya bercanda.

Di kebun jeruk milik Ladi, petani diistilahkan sebagai perawat pohon jeruk sekaligus buahnya. Melalui pengamatan suryamalang.com, sekitar 5 perawat jeruk sedang membersihkan jeruk dengan pembersih jeruk. Ternyata jeruk yang sedang dibersihkan ini akan dikirim ke beberapa supermarket juga ke luar kota.

Seperti ke Kalimantan Timur, Jogjakarta, Surabaya, Semarang, Kudus, Kediri. Beberapa kota ini memang langganan pesan jeruk Siem Pontianak apalagi saat panen. Bisa sampai 5 ton pesanan yang dikirim.

“Kalau yang dicuci ini untuk yang dikirim ke luar kota dan supermartket. Jeruk siem yang dikirim ini semuanya masak pohon. Setiap kali panen ya bisa ber ton-ton jeruk yang bisa dipetik,” tutur satu dari perawat jeruk siem Pontianak, Agus Budiono (35).

Mereka menjual perkilogramnya dengan harga yang berbeda. Semisal kalau di supermarket mereka jual dengan harga Rp 15 ribu/kilogram. Sedangkan ke pedagang mereka menjual Rp 12,5 ribu/kilogram. Harga jeruk ini juga naik turun. Pernah paling murah perkilogramnya jeruk Siem Pontianak ini dijual dengan harga Rp 3.000/kilogram.

Agus yang sudah selama 7 tahun menajdi perawat jeruk, mengatakan kualitas jeruk ini tergantung perawatan yang dilakukan oleh perawat.

“Pokoknya jangan sampai terkena hama yang memakan buah jeruk seperti tikus atau lalat. Kalau jeruk yang jelek dia pasti jatuh dan busuk. Dan itu kami biarkan jadi pupuk. Jadi yang perlu disampaikan itu pemupukan, dan pencegahan agar tak terserang hama. Jeruk ini gak bisa diobati.

Panen jeruk soalnya hanya setahun sekali, dan biasanya bulan September dan Oktober,” imbuhnya.

Sementara itu, pemilik lahan kebun Jeruk Siem Pontianak sebesar 1 hektar lebih 400 meter, Ladi, mengatakan, di kebunnya juga disewakan untuk wisata petik jeruk. Setiap orang hanya dikenakan biaya Rp 20 ribu dan bisa memetic buah jeruk sepuasnya. Biasanya di bulan Oktober mulai ramai wisatawan yang memetic jeruk.

“Yang langganan itu dari Yogjakarta, Kudus. Mereka biasanya rombongan,” tutur dia.

Di Desa Selorejo ini setidaknya ada 3 jenis jeruk, yakni Siem Pontianak, Sunkiest (jeruk peras) dan, Keprok 55. Ada sekitar 10 lebih lahan jeruk di desa ini. biasanya mereka panen pada bulan September dan Oktober.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved