Rabu, 15 April 2026

Malang Raya

Eddy Rumpoko Mengeluh Minimnya Perhatian Pemerintah Pusat Terhadap Kota Wisata Batu

Meski berjalan sendiri dalam membangun dan melakukan promosi wisata ternyata cukup berhasil hingga kini dikenal sebagai Kota Wisata andalan Indonesia

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Ahmad Amru Muiz
Anggota Komisi X DPR RI (sebelah kiri) saat mendengarkan paparan Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, soal pariwisata di Kota Batu, Jumat (23/9/2016). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko mengeluh minimnya perhatian dari Pemerintah Pusat. Keluhan ini disampaikan kepada Komisi X DPR RI. Pasalnya, hingga sekarang banyak sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh Kota Batu sebagai Kota Pariwisata belum banyak mendapat alokasi anggaran dari APBN.

"Kami heran mengapa Pemerintah tidak banyak memperhatikan dan memberikan solusi pada Kota Batu. Padahal, Pemerintah sedang giat-giatnya membangun sektor pariwisata sebagai penghasil devisa negara," kata Eddy Rumpoko saat menerima anggota Komisi X DPR RI yang membidangi Pariwisata di Balai Kota Among Tani Pemkot Batu, Jumat (23/9/2016).

Dijelaskan Eddy Rumpoko, Kota Batu sekarang ini telah menjadi 10 Kota Kecil di dunia yang banyak dikunjungi wisatawan. Bahkan, jumlah kunjungan wisatawan yang tahun ini bisa mencapai sekitar 4 juta orang telah mengungguli Kota Yogyakarta. Namun hal itu tidak diperhatikan oleh Pemerintah Pusat. Kota Batu tetap dibiarkan begitu saja untuk melakukan promosi wisata sendiri tanpa ada bantuan dari Pemerintah Pusat.

"Dan Alhamdulillah, meski berjalan sendiri dalam membangun dan melakukan promosi wisata ternyata cukup berhasil hingga kini dikenal sebagai Kota Wisata andalan Indonesia," ucap Eddy Rumpoko.

Lebih lanjut diungkapkan Eddy Rumpoko, masyarakat Kota Batu yang mayoritas sebagai petani memiliki tingkat kesadaran akan kondisi daerahnya sangat tinggi. Mereka tanpa diperintah sudah melakukan kegiatan sendiri untuk menyesuaikan dengan program pemerintah.

Hal itu menyebabkan petani yang hidup sederhana tetapi nilai pendapatanya cukup tinggi. Dengan demikian tidak perlu heran apabila petani di Kota Batu memiliki taraf hidup cukup tinggi. Ini setelah hasil pertanian mereka berupa sayur dan buah serta hasil peternakan cukup bisa diandalkan untuk menopang hidupnya.

Oleh karena itu, ungkap Eddy Rumpoko, pihaknya berupaya untuk mengolaborasikan sektor pertanian dengan sektor pariwisata untuk meningkatkan nilai pendapatan petani. Di samping itu, apabila ada sinergi antara pertanian dan pariwisata dipastikan semua masyarakat Kota Batu secara tidak langsung menjadi bagian dari perkembangan wisata.

"Dengan begitu, antara pertanian dan pariwisata nantinya akan saling mendukung dan saling mengisi untuk kesejahteraan rakyat Kota Batu," tandas Eddy Rumpoko.

Sementara itu, Ketua Komisi X DPR RI, Ridwan Hisyam mengatakan, Komisi X DPR RI dalam kunjungan kerja ke Kota Batu yang juga dikenal sebagai Kota Wisata untuk mengumpulkan data faktual dalam rangka pengembangan Pariwisata di daerah. Dengan demikian, Komisi X nantinya bisa mengusulkan kepada Pemerintah untuk program-program apa saja yang bisa diberikan kepada daerah untuk mendukung sektor pariwisata.

"Jadi itu maksud kedatangan kami ke Kota Wisata Batu yang masih membutuhkan bantuan Pemerintah soal jalur transportasi beserta sarana transportasi," kata Ridwan Hisyam.

Menurut Ridwan Hisyam, Kota Wisata Batu juga mengharapkan adanya dukungan promosi dari Pemerintah Pusat. Karena selama ini ternyata Kota Wisata Batu yang telah berkembang begitu pesat minim mendapat bantuan promosi wisata dari Pemerintah Pusat.

"Untuk itu, Pemerintah nantinya kami harap memperhatikan Kota Wisata Batu ini. Karena bagaimana pun, pariwisata sekarang ini menjadi sumber devisa negara yang cukup besar. Makanya pemerintah harus serius memperhatikan kekurangan dari upaya pengembangan sektor pariwisata daerah," tutur Ridwan Hisyam.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved