Sabtu, 18 April 2026

Malang Raya

Khofifah Indar Parawansa : Semua Bantuan Sosial Cukup Di-cover Satu Kartu

Dengan hanya satu kartu yang dapat meng-cover seluruh bansos bakal menjadi lebih simpel serta memiliki fungsi yang semakin banyak.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: fatkhulalami
SURYA/Didik Mashudi
Mensos Khofifah Indah Parawansa bersama Bupati Kediri Hj dr Haryanti Sutrisno meresmikan e - Warong di Jl Tentara Zeni, Pare, Jumat (23/9/2016). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Pemerintah secara bertahap bakal mewujudkan satu kartu yang dapat di-cover seluruh bantuan sosial (bansos) yang diterima masyarakat. Salah satunya melalui kartu elektronik - warung gotong royong (e-Warong).

"Nanti seluruh bantuan sosial dari pemerintah, pemkab dan pemprov dapat menyatu dalam satu kartu. Jangan sampai ada pemeo orang miskin kartunya makin banyak," ungkap Khofifah Indar Parawansa, Menteri Sosial saat meluncurkan layanan e - Warong di Jl Tentara Zeni, Pare, Kabupaten Kediri, Jumat (23/9/2016).

Layanan e - Warong yang pertama kali diperkenalkan di Kabupaten Kediri melayani Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Progam Keluarga Harapan (PKH) dan Koperasi Masyarakat Indonesia Sejahtera (KMIS).

Dijelaskan Khofifah, dengan hanya satu kartu yang dapat meng-cover seluruh bansos bakal menjadi lebih simpel serta memiliki fungsi yang semakin banyak.

"Ini untuk menjaga supaya bansos jangan sampai disalahgunakan," ungkapnya.

Melalui e-Warong dapat menghindari bansos menjadi salah sasaran, salah jumlah dan kualitas.

"Kalau sudah berbasis elektronik e-Warong kami bisa memutus rezim penyaluran beras berkutu, berjamur dan kecoklatan," tandasnya.

Diakui Khofifah, progam e-Warong memang masih belum dapat menjangkau seluruh wilayah di Indonesia. Sehingga upaya yang dapat dilakukan secara bertahap.

"Harapan kami dapat semakin mengembangkan e-Warong. Di Kabupaten Kediri perlu ada setidaknya 12 e-Warong lainnya," tambahnya.

Para penerima bantuan PKH juga dapat mengambil dananya di e-Warong karena sekaligus juga menjadi agen BRI.

"Warga penerima raskin juga dapat mengambil berasnya di e-Warong karena namanya telah berubah menjadi bantuan pangan," jelas Khofifah.

Selain beras, penerima PKH dapat membeli tepung terigu, minyak goreng dan gula di e-Warong. Seluruh anggota juga menjadi peserta koperasi.

Langkah itu juga untuk memutus mata rantai rentenir dan menjadi pemberdayaan ekonomi penerima PKH. "Pengelola e-Warong ini juga penerima PKH yang merupakan 8 persen masyarakat dengan status sosial ekonomi terendah," jelasnya.

Selain itu dalam transaksi juga dapat mendapatkan keuntungan penjualan beras dan gula masing-masing Rp 500 per kg.

"Kalau ada 1.000 penerima PKH, satu e-Warong keuntungan yang diperoleh dalam sebulan sudah Rp 6 jutaan," jelasnya.

Mensos juga berharap dengan peluncuran e - Warong di daerah bakal ada percepatan terbentuknya e-Warong lainnya.
Pada acara itu Mensos bersama Bupati Kediri dr Haryanti Sutrisno dan Dirut BRI Kuswiyoko serta perwakilan undangan lainnya menggunting pita menandai peresmian e-Warong di Pare. Mensos sempat melakukan uji coba melihat transaksi penerima PKH di e-Warong.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved