Sportarema

Nurul Azwi, Aremanita Ini Punya Prestasi Membanggakan di Cabor Arung Jeram PON 2016

"Saya sebenarnya baru menekuninya dua bulan lebih. Mulai Juni 2016. Sebelumnya aktif di pecinta alam," jelas Nurul pada SURYAMALANG.COM

SURYAMALANG.COM
Nurul Azwi, atlet arung jeram, mahasiswi Politeknik Negeri Malang (Polinema). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Meski baru menekuni dunia olah raga arung jeram, Nurul Azwi (20) sudah kesengsem dengan kegiatan itu. Bahkan dalam PON XIX 2016 di Bandung ia terpilih sebagai atlet kontingen Jawa Timur.

Bersama tim putri, meraih perunggu masing-masing di kategori head to head dan slalom. "Saya sebenarnya baru menekuninya dua bulan lebih. Mulai Juni 2016. Sebelumnya aktif di pecinta alam," jelas Nurul pada SURYAMALANG.COM, Minggu (25/9/2016).

Menurut mahasiswa D3 Teknik Telekomunikasi di Politeknik Negeri Malang (Polinema) semester 3 ini, kompetisinya berat. "Terutama dari Provinsi Jawa Barat dan Banten," terang gadis kelahiran Malang, 15 September 1996 ini.

Katanya, atlet dari dua provinsi itu sudah lebih lama mendalami arung jeram. Sementara timnya relatif baru. "Ya, Alhamdullilah bisa dapat perunggu," jawab Aremanita ini.

Dijelaskan Nurul, tim putri yang berjumlah tujuh orang merupakan gabungan atlet dari berbagai perguruan tinggi di Malang. Enam orang merupakan tim inti dan satu orang adalah cadangan.

Mereka dari Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Merdeka dan UIN Maulana Malik Ibrahim. "Kami baru bertemu setelah menjadi tim," terang bungsu dari empat bersaudara ini.

Sehingga perlu membangun waktu untuk chemistry sebagai grup agar bisa kompak saat bertanding. "Seperti saat PON lalu saat bertanding ada beda pendapat," katanya.

Namun itu dimaknai positif sebagai cara mengerti satu sama lainnya. Ditanya soal waktu latihan, jelas Nurul, biasanya dilakukan usai kegiatan perkuliahan.

"Kan jadwalnya beda-beda. Biasanya dicocokkan jadwal kuliahnya dulu, baru berlatih," kata gadis yang bergabung dengan pecinta alam Ganendra Giri di kampusnya ini.

Dengan begitu, latihan tidak mengganggu jadwal kuliah. Menurut dia, latihan bersama biasanya dilakukan di danau buatan kampus 3 UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) setiap Senin, Rabu dan Jumat antara dua sampai tiga jam.

Ditanya tentang serunya bermain arung jeram, katanya, menemukan keasyikan. "Ya menambah ilmu rafting saya. Sekarang saya jadi tahu teknisnya," ujarnya. Karena itu, ia ingin terus menekuni dunia barunya itu.

Ada rencana memang mengikuti kejurnas arung jeram di Banda Aceh pada November 2016. Namun masih belum bisa memastikan berangkat atau tidak karena belum mendapatkan dananya.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved