Malang Raya

Pasangan Suami Istri Kekinian Mulai Tinggalkan KB, Ini Imbauan dari BKKBN . . .

"Dalam program ini wanita subur jangan melahirkan sebelum berusia 21 tahun. Kalau sudah punya anak, usahakan jarak minimal 3 tahun"

Pasangan Suami Istri Kekinian Mulai Tinggalkan KB, Ini Imbauan dari BKKBN . . .
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Pemateri memberikan pemahaman tentang penggunaan alat kontrasepsi, dalam Seminar Nasional Program KKBPK Memperingati Hari Kontrasepsi se Dunia yang diperingati setiap tanggal 26 September, di Hotel Atria, Senin (26/9/2016). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Program Keluarga Berencana (KB) di Indonesia mulai ditinggalkan. Terutama oleh pasangan suami istri muda kekinian saat ini. Oleh karena itu, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus menggencarkan program untuk meningkatkan program KB 2 anak cukup.

Kepala BKKBN Pusat, Surya Chandra Surapaty mengatakan, dari beberapa data yang ia dapatkan, kebanyakan pasangan muda memiliki 4 anak. Hal ini yang menunjukkan program KB 2 anak cukup tak berjalan semestinya. Meskipun, di satu sisi jumlah pasangan KB bertambah. Pihaknya saat ini sedang mengembangkan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

"Dalam program ini wanita subur jangan melahirkan sebelum berusia 21 tahun. Kalau sudah punya anak, usahakan jarak minimal 3 tahun. Nah wanita usia 35 tahun berhenti untuk melahirkan," tandasnya saat ditemui dalam Seminar Nasional Program KKBPK Memperingati Hari Kontrasepsi se-Dunia yang diperingati setiap tanggal 26 September, di Hotel Atria Kota Malang, Senin (26/9/2016).

Ia menyebutkan, angka laju pertumbuhan penduduk di Indonesia ialah 1,49 persen atau angka kelahiran total 2,6 persen. Angka ini sangat tinggi jika dilihat dari rata-rata wanita subur. Selain itu, ia menyarankan untuk memakai alat kontrasepsi sebagai salah satu program KB. Ada alat kontrasepsi yang dianjurkan. Yakni Implan, IUD, Asektomi, dan Tubektomi.

Sementara itu, Kepala Bidang KB dan Kesehatan BKKBN Jatim, W Ajeng Lukitowati mengatakan di Jatim angka pengguna alat kontrasepsi ialah 7 juta orang dari jumlah pasangan subur sebanyak 7,9 juta pasangan.

"Setiap tahun meningkat satu juta orang yang memakai alat kontrasepsi. Akibatnya kalau program KB ini berhenti angka kelahiran bayi meningkat," pungkas dia.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved