Kamis, 23 April 2026

Malang Raya

Lima Rektor Perguruan Tinggi Islam Diundang ke Taiwan, Demi Perjuangkan Libur TKI di Hari Raya Islam

“Di sini para rektor bisa berperan. Caranya sederhana, pimpinan perguruan tinggi yang nantinya berangkat mengusahakan hal itu agar dalam kontrak TKI,"

Istimewa
Ismail Mau, Ketua Kamar Dagang Taiwan dengan Rektor UMM, Fauzan, Kamis (29/9/2016). 

SURYAMALANG.COM, DAU - Lima pimpinan perguruan tinggi di Indonesia diundang Ismail Mae, Direktur Kamar Dagang Taiwan untuk mengenalkan Islam di negara itu.

Perguruan tinggi itu adalah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Al-Azhar, Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta serta UIN Medan.

Tujuan diberangkatkan lima rektor perguruan tinggi Islam ini untuk membantu memperjuangkan TKI agar mendapatkan hak libur hari raya, yaitu saat Idul Fitri dan Idul Adha.

“Di sini para rektor bisa berperan. Caranya sederhana, pimpinan perguruan tinggi yang nantinya berangkat mengusahakan hal itu agar dalam kontrak TKI," terang Mae saat di UMM, Kamis (29/9/2016).

Usulan klausul itu kurang lebih ‘dapat jatah libur dua hari pada hari raya’. "Jika ini berhasil, ini sudah luar biasa," kata Mae.

Ismail Mae menyebutkan bahwa di Taiwan ada sekitar 300.000 TKI yang tidak mendapat hak libur di dua hari raya.

Menurut Rektor UMM, Fauzan, mayoritas TKI di Taiwan memang muslim.

"Kita berharap mereka mendapatkan hal libur hari besar Islam, terutama Idul Fitri dan Idul Adha," kata rektor.

Menurut dia, undangan ke Taiwan itu terkait adanya konferensi Islam.

"Dari Indonesia yang diundang lima perguruan tinggi itu bersama negara-negara lainnya," jelasnya.

Konferensi akan dilaksanakan pada November 2016 mendatang. Menurutnya, selain perguruan tinggi, negara juga harus memfasilitasi TKI beragama Islam di Taiwan untuk menjalankan kehidupan beragamanya, termasuk mendapat hak libur.

Menurut dia, selain menghadiri konferensi, juga akan mengembangkan kerjasama dengan perguruan tinggi di Taiwan.

"Terutama di kompetensi bidang kesehatan. Di sana perkembangannya bagus sekali," tutur Fauzan.

Menurutnya, sudah ada mahasiswanya yang melakukan studi lanjut di Taiwan untuk pascasarjananya. Selain itu, Taiwan juga menawarkan program magang ke perusahaan Taiwan yang ada di Indonesia.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved