Sportarema

Juara Umum di PON XIX, Tim Paralayang Jatim Evaluasi Fasilitas

"Harapan agar tempat landing di Songgokerto Batu di perluas agar latihan bisa lebih maksimal. Sekarang sering terganggu turbulensi dari pohon bambu,"

SURYAMALANG.COM/IST
Tim Paralayang Jawa Timur yang tampil di PON XIX Jabar lalu. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kontingen cabang olah raga Paralayang Jatim sukses menempatkan diri sebagai juara umum di PON XIX. Gelar ini didapat setelah para atlet mencatatkan prestasi empat medali emas, tiga perak dan dua perunggu. Tapi keberhasilan itu tak membuat tim pelatih puas diri. Fasilitas latihan Puslatda PON Jatim pun jadi sorotan evaluasi.

Pelatih Puslatda Paralayang Jatim, Yustira Ramadhan menyatakan ada beberapa hal yang dievaluasi terkait pelaksanaan Puslatda Cabor Paralayang yang dipusatkan di kota Batu. Dari sisi fasilitas latihan, diharapkan ada dukungan untuk penyediaan area latihan yang lebih memadai.

"Harapan agar tempat landing di Songgokerto Batu di perluas agar latihan bisa lebih maksimal. Sekarang sering terganggu turbulensi dari pohon bambu," ungkap Yustira pada SURYAMALANG.COM, Minggu (2/10/2016).

Dari sisi pembinaan, evaluasi yang dimunculkan adalah perlunya pelaksanaan Puslatda jangka panjang. "Ke depan Puslatda bisa lebih awal dengan menambahkan atlet-atlet muda. Harus lebih sering tryout ke luar terutama untuk nomor lintas alam," tambahnya.

Sebagai pembina olah raga Paralayang KONI Jatim diharapkan juga bisa membantu dan berusaha agar ada kelas putri untuk Cabor Paralayang di PON Papua mendatang. Hal ini tidak terlepas dari potensi atlet paralayang putri yang dimiliki Jatim.

Di ajang PON XIX yang baru berakhir, medali emas dari cabor paralayang masing-masing disumbangkan oleh Reza Kambey dari nomor lintas alam jarak terbuka perorangan, Ardi kurniawan /Roni Pratama di nomor tandem perorangan, Jafro Megawanto di nomor lintas alam jarak terbatas perorangan dan nomor lintas alam jarak terbuka.

Tiga medali perak didapat dari Joni Efendi dari nomor lintas alam jarak terbuka perorangan. Dua perak lain dari nomor ketepatan mendarat beregu dan lintas alam jarak terbatas beregu. Sedangkan dua medali Perunggu berasal dari nomor tandem beregu dan nomor lintas alam jarak terbuka perorangan Oleh Ardi Kurniawan.

Penulis: Dyan Rekohadi
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved