Breaking News:

Malang Raya

Jaringan 4G LTE XL Bisa Buat Telemedicine Rumah Sakit

PT XL Axiata Tbk telah bekerja sama dengan tujuh RS untuk itu. Antara lain RS di Jogjakarta, Malang, Jakarta dan Medan

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: eko darmoko
Surya/sri handi lestari
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Jaringan 4G LTE XL bisa dimanfaatkan untuk telemedicine. PT XL Axiata Tbk telah bekerja sama dengan tujuh RS untuk itu. Antara lain RS di Jogjakarta, Malang, Jakarta dan Medan.

"Seperti tadi penayangan operasi usus bisa live. Tujuannya untuk bisa saling belajar dan dokter bisa memberikan komentarnya," jelas Dian Siswarini, Presiden Direktur XL kepada SURYAMALANG.COM usai launching XL 4G LTE di gedung Sasana Krida Universitas Brawijaya (UB) Malang.

Menurut dia, kemampuan 4G lebih cepat dan realtime. Selain itu, bisa juga untuk remote diagnostic jarak jauh.

"Jika perguruan tinggi bisa memanfaatkan telemedicine, maka antar perguruan tinggi bisa saling belajar pada sebuah kasus," tambah Dian.

Hal-hal seperti bisa dipakai pihaknya untuk bekerja sama dengan perguruan tinggi. Menurut Dian, setelah ke UB, akan dijadwalnya roadshow ke 10 kampus lain ternama.

Alasan masuk kampus karena mahasiswa adalah pengadopsi cepat teknologi. "Jika mahasiswa mau memakai, mereka bisa menularkan ke keluarga dan temannya," tambah dia.

XL di acara itu juga menggandeng UB dalam nota kesepahaman, Kamis (6/10/2016). Kerja sama itu dengan memberikan perkembangan teknologi dan beasiswa Rp 30 juta kepada mahasiswa berprestasi UB. Hadir di acara itu Wakil Rektor IV UB, Moch Sasmito Djati.

Sasmito mengapresiasi kerjasama itu. "Kami banyak memiliki MoU dengan perusahaan-perusahaan. Mereka lebih sensitif kepada lembaga pendidikan, terutama dalam memberikan perkembangan teknologi," kata Sasmito di sela acara kepada SURYAMALANG.COM.

Termasuk memberikan pengalaman mengenai entrepreurship kepada mahasiswa. Menurut dia, sebagai lembaga pendidikan pemerintah, masih kurang punya pengalamaan di bidang kewirausahaan.

Karena itu, akademi, pemerintah dan bisnis harus bisa saling bersinergi. Sedang tentang beasiswa, menurut dia, selama ini ada anggapan masuk UB mahal. "Padahal mahasiswa UB sebanyak 10 persennya adalah penerima beasiswa," tandas Sasmito.

Termasuk dari Bidik Misi dan beasiswa lainnya. Jumlahnya diperkirakan mencapai lebih dari 5000 mahasiswa. Persyaratannya dengan melihat IPK. Sehingga lama beasiswa ada yang mencapai empat tahun atau selama masa studi. Pemberian beasiswa sangat membantu mahasiswa UB, lanjut dia.

Di Kota Malang, dari 750 BTS, tahap awal sudah ada 190 BTS 4G yang tersebar di sekitar Malang. Area covernya terutama di pusat bisnis, perguruan tinggi, ekonomi, pariwisata dll.

"Bagi pelanggan yang belum migrasi ke 4G, kami akan memperkuat jaringan data. Sehingga mereka bisa memakai 3G rasa 4G," tambah Dian. Peningkatan jaringan data itu akan dilaksanakan di seluruh Indonesia.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved