Breaking News:

Malang Raya

Dosen UM Sajikan Patung Keikhlasan Ibu di Pameran Art East Ism

"Ibu itu seperti ibu pertiwi. Dia selalu memberikan dan mengikhlaskan sesuatu tanpa mengharapkan apa-apa,”

SURYAMALANG/Sylvianita Widyawati
Dr Ponimin MHum dengan karyanya yang bercerita tentang keikhlasan ibu di pameran Art East Ism di Sasana Budaya Universitas Negeri Malang, Senin (10/10/2016). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Dr Ponimim MHum memiliki gambaran sendiri tentang seorang ibu. Dosen Universitas Negeri Malang (UM) ini menggambarkan sosok ibu melalui pameran Art East Ism di Gedung Sasana Budaya UM, 10-14 Oktober 2016.

Patungnya terbuat dari susunan tanah liat yang telah dibentuk bulat/koin dengan rangka besi. Ada tiga wanita dipajang, dan beberapa patung menyerupai anak kecil.

“Judulnya Iklas Tanpa Batas. Ini berkisah tentang ibu. Ibu itu seperti ibu pertiwi. Dia selalu memberikan dan mengikhlaskan sesuatu tanpa mengharapkan apa-apa,” tutur Ponimin kepada SURYAMALANG.COM, Senin (10/10/2016).

Ini digambarkan dari susunan tanah liat dari butir-butir dan membentuk kekokohan dia. Menurut dia, karyanya itu juga untuk mengingatkan kita yang tidak pernah bersyukur dengan ibu.

“Ibu yang terlupakan di era global ini. Si anak lupa dengan ibunya,” ujarnya.

Pria yang juga seniman ini mmebuat karyanya selama sebulan. Menurut dia, bulatan tanah liat yang dibakar itu menggambarkan ketelatenan seorang ibu, seperti menyusui anaknya.

Pria yang memperoleh gelar doktor dari ISI Jogjakarta ini pada November 2016 nanti akan ke Shanghai mengikuti tea pot contemporary setelah memenangkan kompetisi. 43 peserta akan memerkan 50 karyanya.

Sementara itu, Dwi Cahyono, budayawan Malang melihat Art East Ism bisa menjadi event ikon budaya Malang.

“Malang dikenal sebagai kota budaya. Jadi harus ada event yang tidak sekali ada terus hilang,” kata pemilik Resto Inggil dan Museum Malang Tempo Dulu di pameran.

Ia pernah melihat Art East Ism 1 saat bekerja sama dengan galeri nasional. Sajian dalam pameran yang kedua ini lebih bagus karena terlihat sangat dipersiapkan. Suasana di Sasana Budaya juga ditata menarik lainya sebuah galeri. Sehingga mengesankan pengunjung yang datang.

“Perguruan tinggi jika menyelenggarakan ini bagus. Sebagai sarana berapresiasi,” ungkapnya.

Pameran dibuka dengan dua tarian yaitu Tari Gandrung Banyuwangi dan Tari Bumi Angkasa Catur Candra. Tarian kedua, durasi dan pemainnya cukup banyak dengan kisah mengakrabi alam.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Zainuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved