Malang Raya

Diisolasi Selama 50 Tahun, Penderita Gangguan Jiwa Ini Akhirnya Dibawa ke RSJ Lawang

Pemasungan mereka ini, memang tidak dirantai, tetapi mereka dipasung dengan cara diisolasi di ruangan terpisah

Penulis: Sany Eka Putri | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Petugas mengambil Samsul, penderita gangguan jiwa untuk dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Radjiman Wediodiningrat Lawang, Selasa (11/10/2016). RSJ Lawang mengambil tiga penderita gangguan jiwa yang dikurung keluarganya untuk dirawat mendapatkan penanganan medis. 

SURYAMALANG.COM, SINGOSARI - Sekitar pukul 10 pagi, tim RSJ Dr Radjiman Wediodiningrat, Lawang, beserta tim puskesmas serta tim Dinas Sosial, mengunjungi rumah kediaman Mokh Anshor Jl Sekargadung, Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Selasa (11/10/2016).

Mereka akan mengambil dua Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Mereka ialah Muhajir (51) dan Samsul (65). Keadaan Samsul dan Muhajir sangat memprihatinkan. Kondisi fisik tubuh Samsul yang tak bisa berjalan sangat kurus, serta kuku kakinya yang tak terawat membuktikan bahwa keduanya mengalami pemasungan oleh keluarganya sendiri.

Pemasungan mereka ini, memang tidak dirantai, tetapi mereka dipasung dengan cara diisolasi di ruangan terpisah. Samsul di kamar atas, sedangkan Hajir di kamar bawah. Mereka di kamar itu hanya ditemani oleh kasur saja.

Samsul sudah mengalami pemasungan sudah 50 tahun, tepatnya sejak ia tamat SMP. Sementara Muhajir sudah 10 tahun mengalami gangguan jiwa dan dikurung juga. Yang sering merawat Samsul dan Muhajir ialah Rokiyah, adik Samsul. Saat tim membawa Samsul, memang tidak ada perlawanan dari pihak keluarga, justru keluargalah yang meminta keduanya dibawa ke RSJ untuk mendapatkan perawatan.

“Aku gak tego. Nek mangan yo aku sing ndulang. Ngganteni klambine, ngerawat. Samsul gak banyak tingkah. Cuma nek gak dikurung, dia pasti mberontak. (Aku tidak tega. Kalau makan aku yang biasanya menyuapi dia. Menggantikan bajunya, merawat dia. Samsul tidak banyak tingkah. Cuma kalau tidak dikurung dia memberontak),” tuturnya kepada SURYAMALANG.COM sembari mengusap air matanya.

Dia mengaku, selama merawat Samsul dan Hajir ia membutuhkan biaya yang banyak. Sekali berobat bisa sampai ratusan ribu rupiah. Belum lagi wira-wiri menggunakan kendaraan. "Ya kalau gak punya duit, naik becak. Kasihan aku lihat dia. Kasihan. Sakno dia," keluh dia terus, sembari mengingat saat Samsul dan Muhajir selama di rumah. Dari pengamatan, rumah yang mereka tinggali menggambarkan keadaan ekonomi menengah ke bawah.

Sementara itu, pengambilan warga perempuan lainnya, yakni Wiwit (30), juga tidak ada perlawanan. Ibu Wiwit-lah yang meminta anaknya untuk mendapatkan perawatan di RSJ. Namun, ibu Wiwit tidak ingin diwawancarai.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, ada tiga warga Desa Banjararum Singosari, Kabupaten Lawang dibawa ke RSJ Dr Radjiman Wediodiningrat, Lawang. Pengambilan warga atas ODGJ ini atas permintaan keluarga masing-masing.

Satu-persatu mereka mendatangi kediaman rumah mereka. Di Kabupaten Malang, hingga saat ini, ada 57 warga yang dipasung dan masih belum tertangani. Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) tim dari Dinas Sosial Kabupaten Malang terus melakukan survei untuk mencari warga ODGJ yang belum tertangani.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved