Malang Raya

Seribu Tanaman Mangrove Untuk Pantai Clungup Kabupaten Malang

Penanaman pohon mangrove itu mendapat dukungan dari BRI dengan memberi CSR senilai Rp 163.750.000

Seribu Tanaman Mangrove Untuk Pantai Clungup Kabupaten Malang
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
RG Kristianto, Pinwil BRI Malang menyerahkan CSR untuk Yayasan Kehati untuk penanaman mangrove di Pantai Clungup, Kabupaten Malang, Rabu (12/10/2016). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Sebanyak 1000 batang pohon mangrove akan ditanam di Pantai Clungup, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Kamis (13/10/2016). Penanaman ditindak-lanjuti dengan perawatan oleh Universitas Brawijaya (UB) Malang.

Yaitu lewat Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK). Hal itu disampaikan oleh Direktur Program Kehati, Teguh Triono, kepada SURYAMALANG.COM di sela workshop mangrove di gedung Widyaloka UB, Rabu (12/10/2016).

Penanaman pohon mangrove itu mendapat dukungan dari BRI dengan memberi CSR senilai Rp 163.750.000 ke Yayasan Kehati oleh RG Kristiato, Pinwil BRI Malang kepada MS Sembiring, Direktur Eksekutif Yayasan Kehati.

Ditambahkan dia, penanaman mangrove penting karena menyerap karbon lebih banyak dibanding hutan biasa. Dengan adanya mangrove, maka menjadi rumah bagi biota laut dan menjadi penyaring air ke laut supaya bersih.

Selain itu, keberadaannya bisa menahan abrasi, tsunami dan menambah keindahan pantai. Di Indonesia, 40 persen mangrove hilang di pesisir pantai. Sehingga untuk mengembalikannya perlu waktu lama.

Untuk itu, Kehati juga bekerja sama dengan pemerintah. Sudah empat tahun ini, hasil dari penyisihan penjualan ORI (Obligasi Ritel Indonesia) untuk menanam mangrove. Nilainya sekitar Rp 1 miliar selama empat tahun.

Selain itu juga mendapatkan dari Kementrian Keuangan yang disisihkan dari penjualan Surety Bond Ritel (SBR) yang dikomitkan oleh 24 jam.  Nilainya sekitar Rp 500 juta untuk periode tahun ini dan tahun depan.

Sementara itu, Leksono Widodo dari Paguyupan Mangrove Pelestari Jatim menambahkan untuk penanaman mangrove di pesisir pantai memiliki kekhasan sendiri.

"Untuk pesisir pantai utara bisa dengan mangrove sejati. Namun untuk pantai selatan yang khas dengan ombaknya tinggi, jika menanam mangrove sejati yang ditanam akan cepat hilang dibawa ombak," jelas Leksono yang ditemui di kegiatan workshop.

Kata dia, mangrove sejati bisa ditanam di pantai selatan khususnya dicekungan yang terhadang batu besar. Sehingga untuk pesisir pantai selatan, idealnya ditanami dengan mangrove asosiasi, yaitu tanaman ikutan dari mangrove seperti pohon cemara udang, waru dll.

"Mangrove asosiasi ini tanaman darat yang ditanam di pantai. Namun tidak bisa kena air asin karena akan mati," kata dia. Fungsi mangrove asosiasi juga bisa sebagai mitigasi bencana. Seperti meredam hembusan angin laut ke darat.

Di Kabupaten Malang, penanaman mangrove asosiasi sudah dilakukan di Pantai Ngudel dengan cemara laut. Usianya sudah mencapai sembilan bulan. Sehingga kondisinya sudah menghijau menjadi hutan cemara.

Menurut Leksono, kerusakan mangrove di Jatim sudah sangat parah. "Lebih dari separuh rusak karena terdesak oleh kebutuhan tambak, perumahan dan perusakan untuk pakan ternak," jelasnya.

Ia menyebut di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, daun mangrove untuk pakan ternak.  "Di Jatim, mangrove masih ada tapi kondisinya rusak. Leksono mengklaim sudah dua juta batang pohon mangrove berhasil hidup oleh paguyupannya sejak 2001.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved