Malang Raya
Jangan Tiru Cara Tiduran Empat Siswa Ini Bila Ingin Selamat . . .
“Anak-anak itu sendiri yang kurang hati-hati. Tiduran di atap pasti dilarang,” kata Kapolsek Lowokwaru, Kompol Bindriyo.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU – Empat siswa SMK PGRI 3 Lowokwaru dilarikan ke RS Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (13/10/2016) siang. Empat itu baru saja terjatuh kelas saat tiduran di atap ruang kelas.
Empat siswa kelas XII Jurusan Teknik Pembangkit Listrik itu adalah Alvan Jati, Iqbal Aji, Alfin Sudarsono dan Iqbal Romadhon. Mereka usai ikut pelajaran olahraga di bagian atap bangunan C sekolah itu.
Empat siswa itu memilih istirahat di atap bangunan D usai olahraga berakhir. Saat mereka sedang tiduran, tiba-tiba atap asbes bergelombang itu jebol. Mereka terjatuh menimpa plafon , dan terjatuh di lantai.
Alfin dan Romadhon tidak terluka. Sedangkan Iqbal Ahi dan Alvan Jati mengalami luka di dagu dan bibir.
Kejadian ini membuat kaget teman-temannya kaget. Guru langsung memberi pertolongan, dan membawa korban ke RS.
Kepala SMK PGRI 3, M Lukman Hakim mengatakan pihaknya sudah melarang murid bermain di tempat tersebut. Pihaknya sudah memasang pagar setinggi lutut. Tetapi empat siswa melompati pagar pembatas, dan tiduran di atap.
“Kami akan memasang pembatas lebih tinggi,” kata Lukman.
Sementara itu, Kapolsek Lowokwaru, Kompol Bindriyo memastikan tidak ada kelalaian dari pihak sekolah dalam peristiwa itu. Pihak sekolah sudah memasang pagar agar siswa tidak bermain di kawasan itu.
“Anak-anak itu sendiri yang kurang hati-hati. Tiduran di atap pasti dilarang,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/siswa-jatuh_20161013_214303.jpg)