Breaking News:

Malang Raya

Dana Pendidikan 2017 Turun, Ini Penjelasan Anggota DPR RI…

“Sebaran programnnya akan dibahas lagi pada Senin (24/10/2016) nanti,” kata Latifah Shohib, anggota Komisi X DPR RI.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Anggota Komisi X DPR RI, Latifah Shohib di Unisma, Rabu (19/10/2016). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARUDPR RI setuju alokasi dana sebesar Rp 37 triliun untuk Kementerian dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada 2017. Dana ini lebih rendah dibandingkan APBN-P yang mencapai Rp 43 triliun.

“Sebaran programnnya akan dibahas lagi pada Senin (24/10/2016) nanti,” kata Latifah Shohib, anggota Komisi X DPR RI, Rabu (19/10/2016).

Menurutnya, penurunan dana itu terkait masalah keuangan. Selain itu, juga tidak adanya keberanian over estimasi sehingga berdampak pada pemangkasan. Program 2017 yang telah disiapkan di kementrian ini antara lain alokasi pembangunan RKB (Ruang Kelas Baru), rehab sekolah dan program KIP (Kartu Indonesia Pintar).

Menurutnya, penyaluran dana KIP 2016 sudah mencapai 60 persen. Sedangkan pada 2015 lalu penyaluran KUP mencapai 100 persen.

“Sampai Oktober 2016 ini masih ada input data untuk pembuatan SK,” terang anggota Fraksi PKB ini.

Latifah menyarankan pendataan penerima KIP berdasar data BPS 2011. Terutama penerima yang putus sekolah.

Sebab dari data itu, usia penerima KIP ada yang sudha berusia 20-21 tahun dan sudah menikah. Jadi mereka sulit ikut pendidikan paket/sekolah formal. Dana itu bisa dimanfaatkan anak yatim piatu yang tidak mampu sekolah.

“Karena tidak memiliki keluarga, anak yatim tidak ada di daftar keluarga miskin,” jelasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved