Malang Raya
Dokter di Kota Malang Demo di Gedung Balai Kartini, Ini Tuntutannya . . .
“Biaya pengobatan juga semakin mahal. Kasihan warga yang akan berobat,” kata Ketua IDI Cabang Malang Raya, Dr Enny Sekar MM.
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Sebanyak 30 dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Malang Raya berkumpul di luar gedung Balai Kartini, Senin (24/10) siang. Demonstran yang memakai pakaian dokter ini membawa spanduk bertulis IDI Cabang Malang Raya Menolak Prodi DLP yang menyebabkan Pemborosan.
Ketua IDI Cabang Malang Raya, Dr Enny Sekar MM mengatakan Prodi DLP akan membuang waktu dokter. Dokter harus studi selama menjadi 9 tahun. Lamanya studi ini menambah beban dokter.
“Biaya pengobatan juga semakin mahal. Kasihan warga yang akan berobat,” kata Enny.
Memang pemerintah menyediakan beasiswa. Tapi dia meragukan kemampuan pemerintah menanggung biaya kuliah dokter.
Bila ingin meningkatkan kualitas dokter, pemerintah mereformasi UU Pendidikan Kedokteran atau mengubah kurikulum kedokteran. Jadi para calon dokter bisa memiliki kualitas melalui materi kuliah.
“Perbaiki dan tingkatkan sekolah pendidikan kedokteran, mulai fasilitas praktek, ruang praktek, alat kesehatan, obat-obatan, dan sebagainya,” tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/demo-dokter-di-malang_20161024_204820.jpg)