Malang Raya

Layak Jadi Rujukan Belajar Panji, Ini Keunggulan Malang Raya…

“Malang layak menjadi rujukan. Bila dilihat alur sejarah, pengembangan panji bukan hanya di Malang."

Layak Jadi Rujukan Belajar Panji, Ini Keunggulan Malang Raya…
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Dua penari Topeng Malangan berpose dengan latar bangunan Museum Panji di Desa Slamet, Kecamatan Tumpang, Rabu (26/10/2016). 

SURYAMALANG.COM, TUMPANGMalang Raya layak dijadikan rujukan pembelajaran panji (cerita sastra nusantara lama). Malang lebih unggul dibandingkan daerah lain yang pernah menjadi wilayah Kerjaaan Kediri (1042-1222), seperti Kediri, Blitar, Tulungangung, dan Pasuruan.

Malang Raya telah menjadi daerah destinasi unggulan wisata di Jatim. Kepala UPT Laboratorium Pelatihan dan Pengembangan Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim, Effie Widjajanti mengatakan wisatawan yang datang Malang bisa belajar banyak budaya dan kesenian.

Pelesatarian topeng panji malangan di Kabupaten Malang berpotensi menjadi objek pariwisata kesenian. Selain itu, banyak pihak yang fokus pada pelestarian panji, mulai dari pemerhati kesenian hingga pengusaha.

“Malang layak menjadi rujukan. Bila dilihat alur sejarah, pengembangan panji bukan hanya di Malang. Kami sedang mencari benang merahnya. Konon, panji berasal dari kediri, seperti tercantum dalam pustaka nasional,” kata Effie.

Dia berharap pihak lain membantu mengembangkan panji. Pagelaran festival panji dan pelaksanaan pekan cipta karya seni yang berorientasi terhadap panji bisa menjadi tindak lanjut dari kegiatan tersebut. Malang dan Kediri memiliki pergerakan hampir sama dalam pengembangan budaya itu.

“Kabupaten Kediri memiliki landmark Bumi Panji. Sementara Kota Kediri memiliki Kota Panji. Malang secara letak geografis lebih unggul karena banyak petilasan, potensi alam, dan dukungan masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Pusat Konservasi Budaya Panji, Hendri Nurcahyo mengatakan ada banyak pusat kesenian yang masih menjadikan panji sebagai cerita utama melalui topeng di Kabupaten Malang. Perajin, seniman, dan penari topeng panji pun masih banyak.

“Budaya panji masih diugemi di sini,” kata Hendri.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Zainuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved