Breaking News:

Berita Lamongan

Pria Ini Ngaku Bisa Loloskan Pelamar Jadi Polisi, Seperti Ini Akibatnya…

“Uangnya sudah habis. Selain diserahkan ke orang itu (perantara, red), juga untuk biaya transportasi.”

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Ilustrasi polisi. 

SURYAMALANG.COM, LAMONGAN – M Fandary (42) mengaku bisa meloloskan pendaftar polisi di berbagai wilayah. Bahkan warga Sumenep sudah berhasil meloloskan pelamar menjadi polisi.

Tapi sekarang Fandary harus mendekap di sel Mapolres Lamongan. Fandary dilaporkan orangtua pelamar bernama Jayus. Jayus sudah dua kali ikut tes polisi, tapi dia juga sudah kali gagal menjadi polisi. Padahal dia sudah menyerahkan uang sebesar Rp 270 juta kepada Fandary.

Istri Fandary, Khofifah mengatakan tersangka pernah meloloskan pelamar menjadi polisi pada 2014. Sedangkan Jayus minta tolong kepada tersangka pada 2015. Awalnya Fandary berusaha menolak permintaan tersebut. Tapi Jayus tetap memaksa agar Fandary meloloskannya menjadi polisi. Fandary pun terpaksa memenuhi permintaan Jayus.

Ternyata Jayus tidak lolos pada penentuan tahap akhir (pantukhir) pada 2015. Jayus kembali ikut tes pada 2016. Kali ini Jayus gagal sebelum tahap pantukhir.

“Uangnya sudah habis. Selain diserahkan ke orang itu (perantara, red), juga untuk biaya transportasi,” kata Khofifah, Rabu (26/10/2016).

Setelah Jayus gagal dua kali, Jayus melaporkan Fandari ke polisi dengan tuduhan menipu. Polisi langsung memburu, dan berhasil menangkap tersangka.

Paur Subbag Humas Polres Lamongan, Ipda Raksan mengatakan tersangka ditangkap berdasar laporan korban. Pihaknya juga menyita beberapa barang bukti (BB).

“Terkait pengakuan tidak menipu atau ungkapan lainnya, tentu harus dibuktikan juga,” kata Raksan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved