Polisi Tangkap Kepala BKD Malang

Kapolres Malang Kota Mengaku Belum Tahu Surat Permintaan Pengangguhan Penahanan Suwandi

Ia menyebut, kasus Suwandi masih dalam pengembangan. Polres Malang Kota masih mencari korban-korban lain yang mendapat perlakukan sama

Kapolres Malang Kota Mengaku Belum Tahu Surat Permintaan Pengangguhan Penahanan Suwandi
SURYAMALANG.COM/Aflahul Abidin
Kepala BKD Kabupaten Malang Suwandi saat menjalani penyidikan dalam kasus yang menjadikannya tersangka, Sabtu (29/10/2016) 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Kapolres Malang Kota, AKBP Decky Hendarsono, mengaku belum pernah membaca surat permohonan penangguhan penahanan Suwandi dari Pemerintah Kabupaten Malang.

Ia pun enggan berkomentar terkait akan mengabulkan atau menolak apabila surat tersebut sudah sampai di tangannya.

“Nggak tahu (surat itu), saya belum baca. Saya pribadi belum baca,” kata Kapolres, saat ditemui di sela aksi demo buruh di halaman Gedung DPRD Kota Malang, Selasa (1/10/2016).

Saat ditanya tentang sudah atau belum masuknya surat permohonan itu, ia mengaku tak tahu.

Ia menyebut, kasus Suwandi masih dalam pengembangan. Polres Malang Kota masih mencari korban-korban lain yang mendapat perlakukan sama oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Malang non aktif itu, yakni diperas untuk tujuan-tujuan tertentu.

Polisi juga masih mendalami dugaan aliran uang hasil perasan ke pejabat-pejabat lain. Untuk sampai ke tahap itu, lanjut Decky, pihaknya masih harus menunggu hasil pemeriksaan saksi-saksi lain.

Sampai saat itu, saksi yang sudah diperksa oleh Polres Malang Kota baru satu orang, yakni polisi yang ikut penangkapan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Perumahan PTP II Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Lowokwaru 25 Oktober lalu.

“Kami tunggu hasil pemeriksaan saksi-saksi dulu. Nanti dari sana akan mengembang. Kalau sudah mengembang, pasti ada pemeriksaan (bagi pejabat lain). Yang jelas kami sedang menyiapkan semua,” tambah Decky.

Terkait aset dan barang bukti tambahan, polisi masih harus berkoordinasi dengan pihak-pihak lain.

Menurutnya, banyak administrasi yang harus lengkap terkait kasus tersebut. Namun, pihaknya masih belum berencana melakukan penggeledahan karena hal itu bersangkutan dengan pengadilan, kejaksaan, dan pihak-pihak lain.

“Kami fokus di satu kasus dulu. Ini akan kami terus seriusi karena penggenaannya ke korupsi,” pungkasnya.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved