Sabtu, 25 April 2026

Jendela Dunia

Ini Judul-judul yang Dipakai Media Asing untuk Pemberitaan Aksi 4 November

Aksi demonstrasi 4 November yang terjadi bukan hanya di Jakarta, melainkan juga di berbagai daerah di Indonesia, tak luput dari sorotan media asing..

Editor: Aji Bramastra
The Jakarta Post/Seto Wardhana
Anggota Kepolisian berdoa saat mengawal unjuk rasa 4 November di Jakarta, Jumat, (4/11/2016). Puluhan ribu demonstran dari berbagai daerah di zindonesia berunjuk rasa untuk menuntut tindak lanjut dugaan penistaan agama yang dilakukan gubernur Basuki Tjahaja Purnama. 

SURYAMALANG.COM - Aksi demonstrasi 4 November yang terjadi bukan hanya di Jakarta, melainkan juga di berbagai daerah di Indonesia, tak luput dari sorotan media asing ternama.

Sebagian besar media massa negara barat menitikberatkan laporan mereka pada babak akhir unjuk rasa Jumat ini, atau ketika unjuk rasa menjadi ricuh.

BBC memberi judul : "Indonesia protest: Jakarta anti-governor rally turns violent" atau "Demonstrasi Indonesia: unjuk rasa anti pemerintah Jakarta berubah menjadi kekerasan".

Menurut BBC, polisi Indonesia sudah mengantisipasi kemungkinan unjuk rasa berubah menjadi ketegangan agama dan rasial.

BBC juga menyebutkan, unjuk rasa diikuti sekitar 50.000 orang.

Sementara itu, koran Australia, Sidney Morning Herald, menurunkan judul "Demonstrasi Jakarta: Kekerasan di jalanan ketika garis keras muslim menuntut gubernur Kristen Ahok di penjara (Jakarta protest: Violence on the streets as hardline Muslims demand Christian governor Ahok be jailed)."

Menurut SMH, unjuk rasa yang tadinya berlangsung damai telah berubah menjadi kekerasan.

Ini menyusul bentrok antara polisi dan demonstran yang berpuncak pada ditembakkannya gas air mata untuk membubarkan demonstran yang menolak pulang.

Seraya menitikberatkan bahwa demonstran menuntut penangkapanan "gubernur keturunan Tionghoa Kristen", The Herald menyebutkan unjuk rasa ini diikuti sekitar 150.000 orang.

Lain lagi dengan CNN. Media ini melaporkan bahwa 75 orang dibawa ke rumah sakit, kebanyakan terpapar gas air mata.

CNN menekankan bahwa ribuan demonstran bergerak di Jakarta untuk menuntut apa yang disebut media ini, 'gubernur Jakarta yang dituduh menghina muslim".

CNN menaksir jumlah pengunjuk rasa 200.000 orang.

Sementara itu, media berbasis di New York, Amerika Serikat, Bloomberg, menurunkan laporan di bawah judul "Indonesia Police Fire Tear Gas to Disperse Anti-Ahok Protesters" atau "Polisi Indonesia tembakkan gas air mata untuk bubarkan demonstran anti-Ahok".

Bloomberg menyebut unjuk rasa besar Jumat itu untuk menuntut "Gubernur Kristen kota itu (Jakarta) dipenjarakan atas komentarnya menyangkut Al Quran".

Bloomberg kemudian mengutipkan kalimat pakar politik Keith Loveard dari Concord Consulting di Jakarta yang mengatakan, "Tekanan untuk menghukum sang gubernur atas komentarnya itu adalah babak terbaru dari upaya terus menerus minoritas garis keras muslim yang berusaha menerapkan syariat di negeri itu (Indonesia)." (*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved