Malang Raya
Warga Kota Batu Belum Banyak Mengenal Pasangan Calon dalam Pilkada Mendatang, Lho Kok Bisa?
"Woo, itu Gus Din (Cawali Hairudin) yang maju Wali Kota Batu, baru tahu kami," kata Nurjanah, warga Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu
Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, BATU - Belum banyak mengenal para pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota dialami sebagian warga Kota Batu. Hal itu selalu terlihat ketika Paslon melakukan kampanye dialogis dan blusukan di perkampungannya.
"Woo, itu Gus Din (Cawali Hairudin) yang maju Wali Kota Batu, baru tahu kami," kata Nurjanah, warga Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Selasa (8/11/2016).
Menurut Nurjanah, dirinya sering mendengar nama-nama Paslon yang maju sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Namun dirinya hanya mengetahui Dewanti Rumpoko sebagai Istri Wali Kota Batu dan Punjul Santoso sebagai Wakil Wali Kota. Untuk Paslon lain umumnya belum mengetahui sepenuhnya.
"Dan ini tadi baru melihat Gus Din yang datang menyapa dan bersalaman dengan kami," ucap Nurjanah.
Hal sama juga disampaikan warga kelurahan Sisir lainya, Sadeli. Menurutnya, ia baru sekarang bertemu dan bersalaman dengan calon Wali Kota Batu. Itu pun bertemu saat berjalan di salah satu gang perkampungan padat di Kelurahan Sisir.
"Gus Din ramah pada kami dan mau tegur sapa, tadi juga ditanya soal kondisi kesehatan kami serta saling mendoakan," kata Sadeli usai bertemu Gus Din yang melakukan blusukan di kelurahan Sisir.
Sementara Cawali Kota Batu, Hairudin (Gus Din) mengatakan, dirinya merasa bertemu dan menyapa warga telah mendapatkan banyak masukan dan persoalan yang ada dihadapi warga. Sekaligus dirinya bisa memperkenalkan diri dan bersilaturahmi dengan warga yang ditemuinya di sepanjang jalan saat melakukan blusukan.
"Dari situlah kami bisa dikenal oleh warga Kota Batu. Kampanye blusukan ini akan kami lakukan terus disemua wilayah Kota Batu," kata Gus Din, sapaan Hairudin.
Memang, diakui Gus Din, langkah melakukan blusukan untuk memperkenalkan diri dan mendengar harapan serta keinginan warga harus dilakukannya. Ini dikarenakan dirinya merasa belum banyak dikenal masyarakat Kota Batu seutuhnya. Umumnya, warga kota Batu baru mengenalnya lewat foto yang banyak dipasang di berbagai sudut wilayah Kota Batu.
Mengenai blusukan yang dilakukanya telah menyasar kantong-kantong pendukung Paslon pesaing, menurut Gus Din, hal itu tidaklah menjadi persoalan. Karena semua warga Kota Batu dirasa sebagai saudaranya semua sehingga tidak ada pembedaan.
"Ini prinsip kami, semua warga Kota Batu sama sebagai saudara dan kami tidak kenal sekat-sekat," tandas Gus Din.
Sedangkan Cawali Abdul Madjid juga melakukan hal sama. Yakni dengan selalu melakukan kampanye dialogis dan menyapa warga. Hal itu dirasa lebih efektif untuk dilakukan dalam pelaksanaan Kampanye Pilkada.
"Memang hanya dengan bertemu dan menyapa warga agar kami sebagai Cawali Kota Batu bisa dikenal dan didukung warga, dalam seharinya kami target menyapa 300 warga. Hanya itu yang bisa kami lakukan karena tidak punya uang banyak," tutur Abdul Madjid.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/calon-wali-kota-batu-hairudin-atau-yang-akrab-disapa-gus-din-saat-kampanye-di-kelurahan-sisir_20161108_174712.jpg)