Selasa, 14 April 2026

Surabaya

VIDEO : Drama Kolosal Surabaya Membara dalam Peringatan Hari Pahlawan 10 November

Dalam konsolidasinya para ulama dan Bung Tomo meyakinkan para pejuang dan santri dengan kalimat "merdeka atau mati".

Penulis: Ahmad Zaimul Haq | Editor: eko darmoko

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Bung Tomo bertemu dengan Kyai Hasim dan Kyai Wahab, melakukan konsolidasi membuka mata para santri dan ulama agar berjuang untuk Indonesia melawan penjajah.

Dalam konsolidasinya para ulama dan Bung Tomo meyakinkan para pejuang dan santri dengan kalimat "merdeka atau mati".

Itulah penggalan cerita yang digambarkan dalam drama kolosal Surabaya Membara yang digelar jelang peringatan hari Pahlawan di depan Monumen Tugu Pahlawan, Rabu (9/11/2016) malam.

Setelah tahun kemarin absen, drama kolosal Surabaya membara kembali digelar dengan mengusung tema "Rumah Radio pemberontakan Bung Tomo".

Ketua DKS Jatim, Taufik Monyong, mengatakan ada yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya terutama pada tema.

Jika tahun sebelumnya mereka mengangkat tema matinya Jendeal Mallaby, Pertempuran 10 November untuk tahun ini lebih dengan para ulama, santri dan pejuang.

"Tema Surabaya Membara tahun ini tidak ada kaitannya dengan dihancurkanya rumah radio Bung Tomo, sebagai seniman Jawa Timur hanya mengapresiasikan yang terbaik untuk Indonesia tanpa ada singgung menyinggung." ungkap Taufik Monyong usai acara.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved