Blitar

Kena Serangan Jantung, Sales dari Kota Malang Meninggal Dunia di Rumah Teman Ceweknya di Blitar

Tak disangka, satu jam kemudian, korban kembali mengeluh sakit. Kali ini, ia mengaku adanya sesak sehingga akan dibawa ke puskemas oleh Sholikah

Kena Serangan Jantung, Sales dari Kota Malang Meninggal Dunia di Rumah Teman Ceweknya di Blitar
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Diduga terkena serangan jantung, Dariyono (48), warga Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, meninggal dunia saat menginap di rumah teman kerjanya, Sholikah (38), warga Desa Jajar, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, Jumat (11/11) dini hari. Dugaan korban terkena serangan jantung itu karena diketahui sebelumnya punya riwayat penyakit tersebut.

Bahkan tahun 2014 lalu, duda tanpa anak itu sempat dirawat di RS Saiful Anwar Kota Malang karena penyakitnya tersebut. Itu diketahui dari bukti kuitansi atau pembayaran saat berobat ke RS milik Pemprov Jatim tersebut.

"Dan sampai kini, ia tetap menjalani kontrol rutin setiap bulan ke RS itu terkait penyakitnya tersebut," kata AKP Subondo, Kapolsek Talun.

Menurut Subondo, keberadaan korban di rumah Sholikah itu karena merupakan teman kerja. Yakni, sama-sama bekerja sebagai sales alat listrik di Kota Malang. Namun, tiap hari, mereka memasarkan peralatan listriknya di wilayah di Kota/Kabupaten Blitar.

Peralatan listrik yang dipasarkan di antaranya, berbagai jenis lampu, seperti lampu hias, lampu taman, atau lampu box. Itu dipasarkan ke toko atau ke kontraktor. Katanya, kalau mereka keliling memasarkan barangnya berboncengan sepeda motor.

"Itu hasil keterangan Sholikah saat kami periksa. Malam itu, mereka baru pulang sekitar pukul 22.00 WIB, sehabis keliling seharian," paparnya.

Biasanya, habis kerja, korban balik ke Malang. Namun, mungkin saat itu kemalaman sehingga tak balik ke Malang, dan korban menginap di rumah Sholikah. Sebab, besoknya mereka masih akan keliling lagi, seperti biasanya.

Setiba di rumah Sholikah, kondisi korban baik-baik saja karena tak mengeluh apa-apa. Bahkan, ia masih sempat ngobrol dengan Sholikah, untuk membuat laporan terkait hasil kerjanya seharian.

Baru satu jam kemudian atau pukul 23.00 WIB, korban mendadak mengeluh kalau perutnya sakit. Oleh Sholikah, korban dibuatkan teh panas dan diminumkannya. Rupanya, sehabis minum satu gelas teh panas, korban merasa lebih enak karena tak mengeluh lagi. Akhirnya, ia istirahat.

Tak disangka, satu jam kemudian, korban kembali mengeluh sakit. Kali ini, ia mengaku adanya sesak sehingga akan dibawa ke puskemas oleh Sholikah.

Namun belum sempat diberangkatkan  ke puskemas, korban sudah keburu meninggal dunia. Karuan, kabar kematian korban itu, langsung membuat gempar warga desa setempat dini hari itu. Sebab, warga tak ada yang mengenali korban, namun kok meninggal di rumah ibu tiga anak tersebut.

"Ya maklum, kalau warga gempar karena tak mengenal korban. Sebab, korban adalah tamu di rumah itu," pungkasnya

Penulis: Imam Taufiq
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved