Breaking News:

Malang Raya

Kampung Gelandangan dan Pengemis di Kota Malang Beda, Warganya Bisa Berkarya Lho

Pihaknya telah menyeleksi 80 orang pengemis dan gelandangan. Hanya terpilih 40 orang yang bisa menempati kampung warga binaan sosial (WBS) tersebut.

Penulis: Sany Eka Putri | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Aneka produk karya Warga Binaan dipamerkan dalam Peresmian Program Hunian Desaku Menanti di Dusun Baran, Kelurahan Arjowinangun, Kota Malang, Sabtu (12/11/2016). 

SURYAMALANG.COM, KEDUNGKANDANG – Kampung pengemis dan gelandangan di Kota Malang berbeda dengan kampung bagi pengemis dan gelandangan lainnya. Kampung yang berlokasi di Dusun Baran, Tlogowaru, Kedungkandang ini tidak terlihat kumuh.

Luas kampung ini hanya sekitar 4000 meter. Hanya ada 40 rumah di kampung yang diberi nama Kampung Kesetiakawanan Sosial Margo Mulyo tersebut.

Setiap warga kampung ini memiliki hasil produksi. Seluruh hasil produksinya dipamerkan saat peresmian, Sabtu (12/11/2016) tadi. Dirjen Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI, Marjuki hadir dalam peresmian tersebut.

Marjuki mengatakan program ini bisa membantu mengurangi kemiskinan. Ia berharap kehidupan warga yang telah diseleksi dan mendapat bimbingan ini lebih sejahtera.

“Kampung ini yang ketiga setelah di Jogjakarta dan Pasuruan. Karena baru diresmikan, jadi masih banyak yang harus diperbaiki,” kata Marjuki.

Sementara itu, Kadinsos Kota Malang, Sri Wahyuningtyas mengatakan penghuni kampung tersebut memang diseleksi. Pihaknya telah menyeleksi 80 orang pengemis dan gelandangan. Hanya terpilih 40 orang yang bisa menempati kampung warga binaan sosial (WBS) tersebut.

“Mereka akan membuat produk di sini. Kami ingin menjadikan kawasan ini sebagai tempat wisata,” kata Sri.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved