Breaking News:

Jendela Dunia

Tragis, Suami-Istri Emoh Hidup Miskin Pilih Bunuh Diri Berpelukan

Pasangan ini sudah merencanakan hal ini sejak 21 Juli 2016 lalu. Pasangan ini menyewa tukang untuk mengubah instalasi gas di rumahnya.

Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Ilustrasi korban bunuh diri. 

SURYAMALANG.COM, WIMBLEDON - Pasangan suami istri (pasutri) Martin dan Catherine Joyce ditemukan tewas di rumahnya di Wimbledon, Inggris. Pasutri ini sedang berpelukan di ranjang saat ditemukan pertama kali, Jumat (11/11/2016) pagi.

Seperti dilaporkan DailyMail, pasangan ini sepakat bunuh diri menggunakan gas. Sebelum meninggal, pasutri ini sudah membungkus pakaian-pakaian penting di garasi di lantai dasar rumahnya.
Pasutri kemudian membuat tanda di pintu rumah, ‘Berhenti. Bahaya. Kami sepakat bunuh diri menggunakan gas.’

Surat

Pasutri ini meninggalkan secarik kertas di meja dapur yang ditujukan kepada putri tunggalnya, Amanda.

“Maaf. Ada begitu banyak tas berisi pakaian.”

Pasangan ini memilih bunuh diri karena terbelit utang sebesar 87 ribu euro atau sekitar Rp 1,2 miliar. Semasa jayanya, Martin adalah direktur sebuah perusahaan properti Real Insignia Partnerships Limited.

Polisi bagian koroner Shirley Radcliffe mengatakan pasutri ini mengalami masalah hidup yang hebat. Pasutri ini tidak mampu mengubah gaya hidupnya selama ini.

“Mereka merasa tidak akan mampu menjalani perubahan hidup. Mereka sepakat tidak ingin menghadapi itu (kemiskinan),” katanya.

“Mereka meninggalkan catatan dan membuat alasan yang meyakinkan, mengapa mereka sampai membuat keputusan ini.”

“Apalagi usianya sudah tua, yaitu 68 dan 66 tahun, membuat mereka merasa sudah waktunya mereka mati.”

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved