Breaking News:

Malang Raya

Riris Khansa Najibah, Bocah Asal Kota Malang Ini Sudah dapat Royalti dari Profesinya Sebagai Penulis

Menurut anak ketiga dari empat bersaudara itu, awal menulis bukunya saat liburan kelas 5. "Ibu saya memberi tips menulis,"

SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Riris Khansa Najibah 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Penulis cilik, Rizky Khansa Najibah, siswa kelas 6 MIN Malang 1 sedang senang. Pasalnya, buku perdananya akan diterbitkan. Menurut Riris, ia sudah mendapat royalti dari bukunya.

"Dua minggu lagi, buku saya terbit," tutur Riris, panggilan akrabnya ketika ditemui SURYAMALANG.COM di sekolahnya, Senin (14/11/2016). Judul bukunya "Senangnya Menghafal Al Quran" yang diterbitkan Indiva.

Menurut anak ketiga dari empat bersaudara itu, awal menulis bukunya saat liburan kelas 5. "Ibu saya memberi tips menulis," cerita warga Vila Gunung Buring, Kota Malang ini.

Ibu Riris adalah Yuyus Robentin, guru Bahasa Indonesia di MTs Negeri 1 Malang. Untuk memulai menulis waktu itu, ia diberi satu tema dan cara mengembangkan tokohnya.

Dari belajar menulis itu, akhirnya diseriusi. Agar mudah mengembangkan tokohnya, ia menjadi tokoh Kinan. "Ada juga tokoh lainnya," kata dia. Garis besar ceritanya tentang tokoh Ummi yang menawari Kinan dan kakaknya mengikuti Pesantren Sabtu Ahad (PSA).

Awalnya Kinan tidak mau karena beban di sekolah sudah banyak. Ia dinasihati agar mau ikut PSA. Menurut gadis kelahiran 16 Februari 2005 ini, pengerjaan bukunya sekitar setahun.

"Saya mengerjakan biasanya malam setelah menyelesaikan PR," tutur dia. Buku itu berisi sekitar 60 lembar. Ia mengaku kadang masih ada kesulitan mengembangkan watak tokoh. "Biasanya kalau sudah buntu ya dibaca lagi," paparnya.

Menurut Riris, tulisannya masih diedit lagi oleh penerbit. Karya itu dikirimkan ke penerbit dan kemudian ternyata diterbitkan. Inti dari cerita yang ingin disampaikan adalah harus sering membaca Al Quran.

Ternyata saat ini Riris juga sudah siap-siap membuat cerita lain. Ia membocorkan judulnya "Aku Bukan Anak Pesantren, Tapi Bisa Nyantri di Mana-Mana".

Tentang kesukaannya menulis, karena dia memang bercita-cita jadi penulis. Ditanya tentang asiknya menulis, menurut putri pasangan Yuyus-Bambang Waluyo ini menyatakan karena berkarya itu menyenangkan.

Penggemar penulis Sofa Salsabilah, penulis tentang pesantren ini menyatakan setelah lulus MI, akan melanjutkan ke Ponpes Ar Rohmah di Dau, Kabupaten Malang.

Nana Sukmawan, guru kelas dan waka kesiswaan MIN Malang 1 menambahkan jika Riris adalah siswa berprestasi. Ia hafidz Al quran tujuh juz (juz 1,2,26,27,29 dan 30). Pernah juga ikut lomba cerdas cermat Islami juara 1.

Selain itu pernah jadi delegasi finalis dalam Konferensi Penulis Cilik Indonesia (KPCI) Kemendikbud. Beberapa cerpennya seperti “Jangan Pandang Sebelah Mata” dan “Arti Teh Panas”.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved