Selasa, 21 April 2026

Malang Raya

Ngeri, Jembatan di Kota Malang Ini Sering Jadi Lokasi Bunuh Diri

Seorang pria pernah bunuh diri di jembatan tersebut pada Oktober 2012 lalu. Pria itu meninggal dengan kondisi sangat mengenaskan di lokasi.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Aflahul Abidin
Jembatan Pelor di Kelurahan Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Lokasi percobaan bunuh diri Santo Setiabudi (39), yaitu Jembatan Pelor ternyata sering digunakan untuk bunuh diri. Percobaan bunuh diri terakhir terjadi setahun lalu.

Seorang pria pernah bunuh diri di jembatan tersebut pada Oktober 2012 lalu. Pria itu meninggal dengan kondisi sangat mengenaskan di lokasi.

Seorang warga, Riyadi mengatakan lokasi terjatuhnya Santo persis dengan kejadian empat tahun silam itu.

“Ada juga perempuan yang mencoba bunuh diri setahun lalu. Tapi saat itu ada yang menghalangi jadi tidak sampai melompat,” kata Riyadi, Selasa (15/11/2016).

Pantaun SURYAMALANG.COM, lebar Jembatan Pelor luas hanya sekitar dua meter. Jembatan itu terletak di atas pemukiman warga sekaligus melintang di atas Sungai Brantas yang menghubungkan Kelurahan Oro-oro Dowo dengan Kelurahan Samaan.

Jembatan ini selalu dilintasi roda dua karena menjadi jalan pintas antar dua kelurahan itu.

Kapolsek Klojen, AKP Andhi Yudha Pranata mengatakan Santo masih dirawat Intensive Care Unit (ICU) RSSA Malang. Ia mengimbau keluarga memperhatikan setiap anggota keluarga yang cenderung berbuat di luar nalar. Pihaknya tidak fokus mengawasi lokasi tersebut meskipun sering jadi tempat percobaan bunuh diri.

“Masyarkat akhir-akhir ini sibuk masalah harga melambung, dan kebutuhan meningkat. Pengaruhanya ke kondisi psikologis, dan kejenuhan tinggi. Mungkin semua berkorelasi,” ungkapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved