Blitar

SMK Negeri 1 Nglegok Kabupaten Blitar Tertimpa Pohon Tumbang, Bagaimana Nasib Murid-Muridnya?

Saat itu, hujan gerimis namun ada angin kencang sebentar. Waktu itu, semua siswa lagi menerima pelajaran. Namun, tak tahu apa yang terjadi, tiba-tiba

SMK Negeri 1 Nglegok Kabupaten Blitar Tertimpa Pohon Tumbang, Bagaimana Nasib Murid-Muridnya?
SURYAMALANG.COM/Imam Taufiq
Atap sekolah tertimpa pohon, namun siswa tak ada yang terluka karena langsung berlarian keluar ruangan kelas. 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Suasana panik disertai para siswanya berhamburan lari ke halaman sekolah, terjadi di SMK Negeri 1, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Senin (14/11/2016) sore hari. Itu terjadi sesaat setelah atap sekolahan itu tertimpa pohon besar, yang tumbang akibat disapu angin kencang.

Sebab, saat kejadian itu, sebanyak 750 siswa sedang berada di ruang kelas karena lagi berlangsung jam pelajaran. Meski atap di delapan ruang kelas sekolah itu sampai ada yang jebol akibat tertimpa pohon Sengon dan Jabon, namun tak ada siswa yang terluka.

Itu karena mereka langsung lari keluar kelas bersamaan terdengar suara pohon ambruk dan menimpa genting sekolahnya. Sambil berlari dan berteriak ketakutan, mereka menyelamatkan diri ke halaman sekolah.

"Saat itu, hujan gerimis namun ada angin kencang sebentar. Waktu itu, semua siswa lagi menerima pelajaran. Namun, tak tahu apa yang terjadi, tiba-tiba terdengar suara ‘bruuuk’, tepat di atas kepala kami. Tak tahunya, atap sekolah tertimpa pohon yang ada di belakang sekolah. Karuan kami kaget dan ketakutan sehingga langsung berhamburan ke halaman sekolahan," tutur Budi Jatmiko, siswa kelas 11 A.

Meski saat itu ada 750 siswa yang lagi belajar di dalam kelas, namun semuanya tak ada yang terluka. Sebab, atap sekolah yang tertimpa pohon itu tak sampai ambruk, meski sebagian gentingnya pecah dan berjatuhan. Hanya saja, 12 sepeda motor siswa yang diparkir di belakang sekolah, tertimpa dahan pohon.

"Saat itu, suasananya ya mencekam karena para siswa kaget dan tak tahu apa yang terjadi. Mereka berteriak-teriak, bahkan, ada yang menangis karena ketakutan," paparnya.

Akibat delapan ruang kelasnya rusak, kegiatan belajar di sekolah itu diliburkan, Selasa (15/11/2016). Itu karena ada kegiatan membersihkan dahan pohon yang masih menyangkut di atap sekolah dan juga menata genting yang berserakan.

"Total murid kami ada 2 ribu. Karena itu, masuknya nanti akan diatur secara bergantian, dengan menempati ruang kelas yang tak tertimpa pohon," papar Rudi Harianto, Wakasek SMK Negeri 01 Nglegok.

Selain angin puting beliung merusakkan sekolah, juga ada beberapa rumah warga, yang roboh. Seperti rumah Mujito (70), warg Desa Bagelenan, Kecamatan Srengat. Rumah berdinding tembok itu rata dengan tanah setelah tertimpa pohon rambutan, yang ada di belakang rumahnya.

Tak hanya rumahnya yang ambruk, namun perabotan rumahnya juga rusak parah, bahkan sepeda motornya, juga ringsek akibat tertimpa bangunan rumahnya. Malah, Mujito dan adiknya, Paisah (65), terluka akibat tertimpa bangunan rumahnya.

Halaman
12
Penulis: Imam Taufiq
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved