Rabu, 15 April 2026

Blitar

Akibat Jajanan Seharga Rp 1.000, 31 Siswa Dirawat di Puskesmas

Bini Rahmah Dani mengaku hanya membeli jajanan itu seharga Rp 1.000. Dia mendapat dua roti.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Imam Taufik
Siswa SDN Semen 1 yang keracunan sedang dirawat di Puskesmas Clumbung, Rabu (16/11/2016). 

SURYAMALANG.COM, BLITAR – Jajanan yang dibeli siswa SDN Semen 1, Desa Semen, Gandusari, Kabupaten Blitar seharga Rp 1.000. Jajanan inilah yang diduga mengakibatkan para siswa dibawa ke Puskesmas Clumbung.

Siswa kelas 5, Diva Ayu P mengaku membeli es Goreo seharga Rp 2.000. Dia mendapat empat biji roti, dan langsung dimakan. Dia tidak merasakan hal aneh saat makan jajanan itu.

Pandangannya berkunang-kunang sekitar sekitar 30 menit usai makan jajanan itu. Perutnya juga terasa mual dan sakit seperti habis makan makanan pedas.

“Saya beli jajan itu sekali. Rasanya, memang enak dan gurih. Roti itu diberi es lembut bercampur santan, dan diolesi susu,” paparnya, Rabu (16/11/2016).

Selama ini penjual es Goreo itu belum pernah berjualan di depan sekolah. Bahkan selama ini penjual lain yang berjualan es Goreo tersebut. Karena ada penjual jajan baru, makanya banyak siswa yang membeli jajanan itu.

“Karena harganya murah dan enak, saya sampai beli empat biji,” terangnya.

Siswa kelas 5 lainnya, Bini Rahmah Dani mengaku hanya membeli jajanan itu seharga Rp 1.000. Dia mendapat dua roti.

“Rasanya enak, gurih, manis, dan segar karena ada esnya,” ujarnya.

Beberapa menit usai makan roti itu, perut Bini terasa mual dan mau muntah.

“Belum sempat muntah di kelas, saya dibonceng motor oleh guru, dan dibawa ke puskemas. Saya muntah di sini,” paparnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved