Gempa Malang
Petugas BMKG Memiliki Kesibukan Baru Usai Gempa Guncang Jatim
Tak lama setelah gempa mengguncang pukul 22.10 Wib, Rabu (16/11/2016), petugas BMKG kebanjiran pertanyaan.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Gempa bumi yang melanda Jawa Timur, Rabu (16/11/2016) diikuti informasi meresahkan. Informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannnya (hoax) itu berisi gempa susulan.
Informasi hoax itu disertai dengan waktu terjadinya gempa susulan. Bahkan informasi yang menyesatkan beredar mencatut lembaga Badan Meterorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Informasi ini juga membuat petugas Stasiun Geofisika BMKG Karangkates kebanjiran pertanyaan. Tak lama setelah gempa mengguncang pukul 22.10 Wib, Rabu (16/11/2016), petugas kebanjiran pertanyaan. Pertanyaan ketika itu masih seputar gempa yang terjadi.
Telepon pribadi milik Kepala Stasiun Geofisika BMKG Karangkates Musripan terus berdering sampai pukul 00.00 WIB.
“Pertanyaan disampaikan melalui telepon, WA (whatsaap), dan telepon kantor,” tutur Musripan kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (18/11/2016).
Awalnya pertanyaan masih seputar gempa yang terjadi. Tetapi petugas kelabakan setelah beredar informasi gempa susulan disertai waktu terjadinya.
Catatan SURYAMALANG.COM, informasi yang beredar ada yang menyebutkan gempa susulan terjadi Rabu pukul 30.07 WIB, lalu Kamis (17/11/2016) pukul 01.00 WIB. Bahkan ada informasi akan terjadi gempa berkekuatan 8,6 SR pada Jumat (18/11/2016).
Informasi liar itu diakui Musripan melelahkan petugasnya. Sebab ratusan penelepon menghujani petugas BMKG Karangkates.
“Teleponnya agak reda pada Jumat pagi. Ternyata ramai lagi setelah Salat Jumat. Orang bertanya info gempa bumi susulan itu. Padahal sudah saya jawab kelabakan,” ujarnya.