Blitar

Pamit Kencing, Ternyata Sunarno Ditemukan Meninggal di Pos Kamling, Banyak Luka Lebam di Tubunya

Mulut nya berbusa, ada luka lebam di pipi kanan, leher, dan telinganya. Juga ada darah di bawah telinga kanannya.

Pamit Kencing, Ternyata Sunarno Ditemukan Meninggal di Pos Kamling, Banyak Luka Lebam di Tubunya
SURYAMALANG.COM/Imam Taufik
Mayat korban dibawa ke RSUD Mardi Waluya, Kota Blitar, Senin (21/11/2016). 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Sunarno (20) ditemukan tewas di pos kampling yang tidak jauh dari rumahnya di Dusun Rejoso, Desa Candirejo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Senin (21/11/2016) pagi.

Jenazah jejaka itu ditemukan tergeletak di kursi di poskampling tersebut. Mulut nya berbusa, ada luka lebam di pipi kanan, leher, dan telinganya. Juga ada darah di bawah telinga kanannya.

“Mulutnya berbau alkohol. Kemungkinan habis menenggak miras,” papar AKP Danang Yudanto, Kasat Reskrim Polres Blitar.

Pihaknya masih menunggu hasil visum terkait luka di tubuh korban.

“Luka itu akibat jatuh atau penganiyaan, kami masih mendalaminya,” ungkapnya.

Penyidik masih memeriksa tiga teman korban sebagai saksi. Informasi yang dihimpun SURYAMALANG.COM, tiga saksi itu teman kerja korban sebagai pencari pasir di Kali Lahar, Ponggok.

Menurutnya, korban dan tiga orang itu sempat main biliar sambil menenggak miras di kampungnya. Mereka nonton pasar malam di Ponggok usai main biliar sampai pukul 22.00 WIB. Empat orang ini berboncengan naik dua motor.

“Saat dalam perjalanan menuju pasar malam, korban minta berhenti karena mau kencing. Korban diturunkan di depan pos kampling,” terangnya.

Korban berjalan sempoyongan smapai jatuh saat menuju pos kamling. Tiga teman korban menolong masuk ke pos.

“Korban ditidurkan di kursi panjang. Karena korban tidak kuat bangun, korban ditinggal temannya ke pasar malam. Karena pos kampling ada di dusunnya, warga masih mengenali korban kalau ada apa-apa,” imbuhnya.

Usai melihat pasar malam, teman korban kembali ke pos untuk mengajak korban pulang. Tapi korban terlihat tidur pulas sehingga temannya langsung pulang.

“Mereka tidak mendekat ke korban. Korban hanya dilihat dari luar pos,” ujarnya.

Warga baru geger pagi tadi. Mayat korban ditemukan pertama oleh warga, Kasiadi (38).

“Saksi sempat memanggil korban. Karena tidak ada respon, dia memanggil warga lain,” terangnya.

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Zainuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved