Selasa, 14 April 2026

Nasional

Ingat Netizen Curhat Makan Durian Rp 700 Ribu? Ternyata Begini Penjelasan dari Penjualnya

"Di waktu pembayaran mereka tidak ada komentar apapun, dan besoknya saya buka Facebook melihat ada komentar yang mengatakan...

Editor: Aji Bramastra
Tribun Pontianak
Ahmad berfoto dengan durian montong yang ia jual. 

SURYAMALANG.COM - Postingan dari akun Rahmadani Widyasari di Facebook soal harga durian yang mencapai Rp 700 ribu untuk dua durian belum lama ini menjadi viral.

Pemerintah setempat melalui Satpol PP pun langsung bertindak dengan merazia penjual durian di jalan Teuku Umar, Pontianak, Kalimantan Barat.

Ahmad (42), penjual durian yang disebut itupun turut diamankan pihak kepolisian dan sudah membeberkan alasannya.

Dia menjelaskan kronologi kejadian tersebut.

Dia juga membeberkan alasannya menjual durian tersebut seharga Rp700 ribu.

"Saya awal mulanya memang merupakan dari hulu, dan sekarang sudah menetap di Kota Pontianak. Durian-durian itu saya ambil dari Balai Karangan, setiap subuh saya pergi ke sana menggunakan mobil dan datang di Pontianak ini sekitar jam 3 sore dan langsung berjualan di Jalan Teuku Umar tersebut," kisahnya di Markas Kepolisian Resor Kota Pontianak.

"Kalau tidak salah waktu itu hari Jumat, dan ada konsumen datang sekitar jam 10 malam, dia tiga orang satu cewek dan dua orang cowok. Kemudian di samping mereka juga ada tiga orang bapak-bapak yang makan durian juga," tambahnya.

Saat itu, perempuan tersebut bersama dua rekannya yang laki-laki meminta durian yang paling bagus.

Ahmad mengklaim mereka tidak menanyakan berapa harganya.

Kemudian, anak buah Ahmad langsung membukakan durian yang paling bagus.

"Durian itu bukan durian lokal dan itu durian montong atau durian Bangkok. Itu durian seberat 3,8 kilogram dan 3,4 kilogram. Durian montong tersebut satu kilonya lebih dari Rp100 ribu," ujar Ahmad.

Diceritakannya lebih lanjut, bapak-bapak di sebelahnya juga memakan sebuah durian montong dan membayar dengan harga Rp 350 ribu tanpa ada komentar.

Kemudian rombongan bapak-bapak tersebut pulang.

Selanjutnya konsumen yang cewek dan dua orang laki-laki membayar setelah makan dua buah durian, yang membayarnya konsumen laki-laki dengan harga Rp 700 ribu.

"Di waktu pembayaran mereka tidak ada komentar apapun, dan besoknya saya buka Facebook melihat ada komentar yang mengatakan keluhan makan durian di lapak saya," jelasnya.

Ahmad mengaku dengan adanya hal tersebut, ia dilarang sementara untuk berjualan di Jalan Teuku Umar tersebut.

Kemudian, disampaikannya juga bahwa durian tersebut merupakan durian dari Malaysia dan diambil dari Balai Karangan. (Syahroni)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved