Breaking News:

Jendela Dunia

Inilah Penjelasan Ilmiah Bagaimana Musik Memacu Kinerja Otakmu

Seperti inilah kinerja otakmu saat bermain musik. Otak kanan dan kiri ternyata sama-sama bekerja

Radiologhical Society Of North America
Kinerja Otak Saat Bermain Musik 

SURYAMALANG.com - Banyak orang mengatakan bermain musik, terutama instrumen seperti piano, gitar, atau suling baik bagi kinerja otak.

Walau demikian, penjelasan terkait itu belum ada yang menjelaskan lebih lanjut. Berpengaruh mungkin iya, tapi seperti apa?

Nah, baru-baru ini penjelasan terkait hubungan kinerja otak dan alat musik tadi terbongkar.

Adalah para peneliti dari Rumah Sakit Federico Gómez di Meksiko yang mengungkapnya.

Melansir dari situs DailyMail, mereka meneliti dengan cara mengamati kinerja otak 23 anak kecil yang berusia 5 hingga 6 tahun saat memainkan alat musik.

Tiap anak itu dipasang mesin scan otak untuk melihat pergerakan sensorik saraf otak.

Hasilnya bagaimana? lihatlah gambar di bawah ini.

Berita Malang Kinerja Otak Saat Bermain Musik
Kinerja Otak Saat Bermain Musik

Bagian atas adalah saat anak belum bermain musik, lalu yang di bawahnya saat anak sedang bermain musik. Perbedaannya sangat mencolok.

Penjelasan gambar itu seperti ini, saat anak bermain musik maka gerakan molekul air di sepanjang saraf meningkat.

Itu karena otak memaksa jaringannya untuk menyelesaikan sejumlah tugas-tugas tertentu. Tugasnya seperti menekan tuts piano, dan lainnya.

Dr Dies-Suarez yang memimpin penelitian itu mengungkapkan tugas otak itu juga melibatkan banyak sensor otak. "Tugas-tugas ini melibatkan pendengaran, motorik, kognisi, emosi dan kemampuan sosial, yang terlihat untuk mengaktifkan daerah-daerah otak yang berbeda.

Hasil ini terjadi karena kebutuhan untuk menciptakan lebih banyak koneksi antara dua belahan otak (Otak kiri dan kanan)," katanya.

Nah, dari penelitian itu terungkap ternyata saat bermain musik dua otak kita bekerja dengan keras. Mereka saling mengisi hingga menimbulkan warna warni di bagian otak kiri dan kanan.

Para peneliti juga percaya bahwa temuan mereka ini dapat membantu untuk menyembuhkan anak-anak dengan autisme dan ADHD. (*)

Penulis: Adrianus Adhi
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved