Kamis, 9 April 2026

Malang Raya

Realisasi Smartcity Kota Batu Gagal, Ini Penyebab dan Komentar DPRD

"Dan DPRD telah menyetujui alokasi anggaran Smartcity tahun 2017 itu dengan mengesahkan KUA PPAS 2017," ucap Didik Machmud.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: eko darmoko
IST
Kota Batu 

SURYAMALANG.COM, BATU - DPRD Kota Batu tidak kaget terkait gagal direalisasikannya program Smartcity Pemkot Batu tahun ini. Pasalnya, sejak awal, DPRD sudah merasa proyek dengan alokasi anggaran mencapai Rp 10 miliar dari PAPBD 2016 itu waktu pelaksanaannya sangat pendek atau hanya tiga bulan.

"Jadi tidak masalah kalau tahun ini Smartcity gagal, kan bisa dijalankan kembali tahun depan," kata Didik Machmud, anggota DPRD Kota Batu, Rabu (23/11/2016).

Kegagalan dari program Smartcity tahun ini, menurut Didik Machmud, telah diketahui dari diajukanya program Smartcity dengan anggaran Rp 10 miliar dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) tahun 2017. Dengan demikian, Pemkot Batu juga sudah menyiapkan kembali alokasi anggaran Smartcity dalam RAPBD 2017.

"Dan DPRD telah menyetujui alokasi anggaran Smartcity tahun 2017 itu dengan mengesahkan KUA PPAS 2017," ucap Didik Machmud.

Meski demikian, dikatakan Didik Machmud, badan anggaran akan meminta hitung-hitungan rinci anggaran Smartcity yang sudah dipergunakan tahun ini. SKPD pelaksana tahun ini yakni Dinas Perhubungan harus memberikan laporan terkait Smartcity yang telah dijalankan meski akhirnya gagal tersebut.

"Karena tahun depan SKPD pelaksana Smartcity ada pada Dinas Komunikasi dan Informatika. Jadi harus ada evaluasi menyeluruh dan apa saja yang telah dilaksanakan untuk dilanjutkan tahun depan," tandas Didik Machmud.

Mengenai anggaran Smartcity Rp 10 miliar menjadi SILPA (sisa lebih penggunaan anggaran), ungkap Didik Machmud tidak bisa dipungkiri. Akan tetapi berapa pastinya nilai SILPA tahun ini harus menunggu audit dari BPK.

"Jadi kami belum bisa menilai karena proyek gagal akhirnya anggaran menjadi SILPA. Tapi harus menunggu audit BPK baru diketahui ada SILPA," ucap Didik Machmud.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu, Siswanto mengatakan, proyek Smartcity mengalami kegagalan setelah gagal lelang. Sebab, pada proses lelang mulai awal November 2016 dilakukan pelelangan dan ada 35 perusahaan menjadi peserta lelang.

Setelah diseleksi dan evaluasi didapatkan lima perusahaan. Selanjutnya dilakukan seleksi lanjutan terhadap perusahaan peserta lelang program Smartcity, dan akhirnya tersisa satu perusahaan.

"Namun satu perusahaan itu dinyatakan kurang memenuhi persyaratan yang ditetapkan, sehingga gagallah lelang smartcity Pemkot Batu," kata Siswanto.

Dengan demikian, menurut Siswanto, program Smart City akan dilelang ulang pada awal tahun 2017 mendatang. Dan nantinya program smartcity masuk dalam Dinas Kominfo menyesuaikan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) baru.

"Makanya kami siapkan segala kelengkapannya saat ini. Mulai dari SDM di setiap SKP yang nantinya akan menjadi operator dalam pelaksanaan smartcity, hingga menggandeng tim ahli dari Universitas Brawijaya," tutur Siswanto.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved