Malang Raya

Tak Mau Dibayar Murah, Tiga Orang Ini Dirikan Usaha Penerjemahan

Setelah tahu honor yang diterima sangat sedikit, Aulia dan Umar bertekad membuka usaha sendiri.

Tak Mau Dibayar Murah, Tiga Orang Ini Dirikan Usaha Penerjemahan
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Dian Islamiati (19), Aulia Akifina Annur (21) dan M Umar Pradhani (24) di Fakultas Sastra UM. 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU – Aulia Akifina Annur (21), M Umar Pradhani (24) dan Dian Islamiati (19) pernah merasakan menjadi penerjemah. Sekarang tiga orang ini bisa membuka jasa penerjemah sendiri.

Usaha ini ada di posisi 3 dalam Expo Wirausaha Mahasiswa Indonesia di Universitas Brawijaya (UB). Juara dipegang Stikom Jogja. Sedangkan posisi 2 diraih IPB.

Peserta expo harus ikut kegiatan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) dari Kemerinstek Dikti pada 2015. PMW tahun ini dibagi tiga kategori, yaitu makanan-minuman, industri kreatif, dan jasa.

“Kami sudah menjalankan usaha ini sejak Februari 2014,” jelas Aulia, mahasiswa semester 7 Sastra Inggris Universitas Negeri Malang (UM), Rabu (23/11/2016).

Sedangkan Umar mengaku hanya mendapat upah sebesar Rp 15.000 per lembar saat menjadi penerjemah freelance penerjemah. Ternyata honor itu sangat rendah dibandingkan pendapatan perusahaan yang mencapai Rp 50.000 per lembar.

Awalnya tiga orang ini menganggap pendatapannya itu lumayan tinggi. Setelah tahu honor yang diterima sangat sedikit, Aulia dan Umar bertekad membuka usaha sendiri.

Awalnya hanya menerima jasa penerjemahan Bahasa Inggris. Sekarang jasa yang dikelolanya bisa menerima jasa penerjemahan Mandarin, Belanda, Bahasa Arab, Rusia, Korea, Jepang, dan sebagainya.

“Ini karena kebutuhan klien. Ada yang menelpon, akhirnya kami berkembang,” papar Umar, alumnus UM dari Sastra Inggris.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Zainuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved