Breaking News:

Pasuruan

Produksi Garam di Pasuruan Menurun Drastis, Ternyata Ini Penyebabnya . . .

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pasuruan, Slamet mengatakan, target produksi garam untuk tahun ini sebesar 26 ribu ton

SURYAMALANG.COM/Galih Lintartika
Aktivitas petani garam di Kabupaten Pasuruan 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Akibat cuaca ekstrim yang terjadi belakangan ini, banyak petani gram yang merugi. Bahkan, produksi garam di Kabupaten Pasuruan untuk tahun ini diprediksi akan menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Besar kemungkinan akan meleset dari target yang sebelumnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pasuruan, Slamet mengatakan, target produksi garam untuk tahun ini sebesar 26 ribu ton. Akan tetapi, lantaran cuaca yang berubah-rubah, produksi garam hanya bisa mencapai 800 ton.

"Pembuatan garam juga bergantung pada sinar matahari, sedangkan tahun ini cuacanya ekstrem. Paginya panas ternyata siangnya hujan deras, seperti itu yang terjadi sehingga banyak petani yang gagal panen,” katanya saat dihubungi SURYAMALANG.COM, Sabtu (26/11/2016) siang.

Diakuinya, banyak garam yang diproduksi di Kabupaten Pasuruan tak kurang dari 5% target nasional. Dari 204 petani garam di Kabupaten Pasuruan, hampir 98% sudah menggunakan system geo isolator, sedangkan sisanya masih konvensional alias menggunakan media tanah untuk pembuatan garam.

“Walaupun geo isolator, tapi semuanya masih membutuhkan sinar matahari. Kalau hujan, terpalnya pasti akan tercampur dengan air hujan, sehingga garamnya tidak bisa sempurna. Itulah yang menjadi kendala di lapangan,” imbuhnya.

Dia menambahkan, pihaknya sedang merapatkan dengan DKP Kabupaten Pasuruan untuk mencoba pembuatan satu unit rumah prisma di Desa Gerongan. Rumah ini diharapkan dapat mengantisipasi gagalnya panen petani garam di Kabupaten Pasuruan.

"Dengan rumah prisma ini, garam akan terbentuk dalam dua hari dengan masa panen seminggu setelahnya. Tapi untuk tahun ini hanya ada satu unit saja, karena semuanya mahal, sementara anggaran masih belum mencukupi untuk membangun lebih banyak rumah prisma,” tandasnya.

Sekadar diketahui, luasan lahan garam di Kabupaten Pasuruan mencapai 245 hektar yang tersebar di empat desa di tiga kecamatan, yakni Desa Raci, Kecamatan Bangil, Desa Gerongan dan Kalirejo, Kecamatan Kraton, serta Desa Tambaklekok, Kecamatan Lekok.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: eko darmoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved