Breaking News:

Nasional

Protes Soal Muslim Rohingya, Wihara di Indonesia ini Menolak Kedatangan Aung San Suu Kyi

"Jika dia akan beramal, berdharma, silakan. Tapi kami tidak menerima. Ini sudah merupakan hukuman yang keras bagi seorang umat,"

Editor: Aji Bramastra
BBC
Aung San Suu Kyi 

Pihaknya sudah menyampaikan pernyataan tertulis dan tuntutan kepada kedutaan Myanmar di Indonesia atas kejadian kekerasan itu, sejak tahun 2012 lalu.

Pernyataan sikap itu juga telah dikirim kembali tiga hari lalu.

Dalam pernyataan itu, pihaknya mendesak pemerintah Myanmaruntuk mengambil tindakan hukum pada pelaku secepat dan seadil mungkin.

Selain itu, juga mendesak pemerintah Myanmar bersama pemerintah lain di ASEAN untuk mencari solusi bagi kaum Muslim Rohingya yang sudah turun-temurun tinggal di Myanmar dengan memberikan jaminan tempat tinggal dan hidup yang nyaman.

"Kami sangat berharap agar kejadian tersebut tidak lagi terjadi karena bisa mengganggu hubungan negara dan hubungan antar-agama. Tidak saja di Myanmar, tetapi juga negara lain di ASEAN," katanya.

Sementara itu, salah satu Presidium FAUIB Kabupaten Magelang, Anang Imammudin mengatakan, kedatangan massa dari FAUIB ke Wihara Mendut merupakan bentuk aksi damai, solidaritas, dan protes terhadap nasib umat Islam yang ada di Myanmar.

"Yang bisa kami lakukan adalah mengklarifikasi hubungan umatBuddha di Indonesia dan Myanmar, kemudian seperti apa sikapnya. Bagaimanapun, ini adalah kejahatan kemanusiaan dan harus disikapi secara tegas baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional," ujarnya. (KOMPAS.com/Ika Fitriana)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved