Rabu, 8 April 2026

Kediri

Rumah Sempit, Pelajar SD di Kediri Biasa Tidur dengan Kambing

Pelajar kelas V SDN Banjaranyar 1 itu sempat sulit tidur. Karena keadaan memaksa, dia menjalani kondisi ini sampai sekarang.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Didik Mashudi
Pardi dan anaknya, Rio Permadi tinggal serumah bersama kambing peliharaannya, Selasa (29/11/2016). 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Keterbatasan ekonomi membuat Pardi (42) bersama anaknya Rio Permadi (12) hidup serumah dengan kambing peliharaannya. Awalnya warga Desa Banjaranyar, Kras, Kabupaten Kediri sempat kesulitan beradaptasi tidur serumah bersama kambing.

Pelajar kelas V SDN Banjaranyar 1 itu sempat sulit tidur. Karena keadaan memaksa, dia menjalani kondisi ini sampai sekarang.

“Awalnya ya tidak enak. Tapi sekarang sudah terbiasa,” ungkap Rio Permadi, Selasa (29/11/2016).

Sekarang dia sudah terbiasa dengan bau kencing dan bau srintil atau kotoran kambing. Tempat tidur Rio hanya terpaut beberapa meter dari  kandang kambingnya. Kambing itu diikat di dalam rumahnya yang hanya berukuran 5 X 7 meter.

Dinding depan dan samping rumah Pardi sudah memakai batako. Namun dinding lainnya gedek atau anyaman bambu yang sudah rusak dan penuh lubang.

Rio yang biasa mencari rumput dan dedaunan untuk pakan kambingnya. Rio bergegas mencari rumput usai sekolah.

Ada lima ekor kambing di rumah Pardi. Rio biasa tidur di kasur ukuran kecil. Sedangkan Pardi tidur menggelar tikar di sampingnya.

Ternak ini untuk memenuhi kebutuhan hidup keduanya. Pardi hanyalah  pekerja serabutan yang penghasilannya yang tidak menentu.

Jika musim cocok tanam, Pardi bekerja sebagai buruh tani. Kadang dia juga menjadi buruh bangunan.

Pardi tidak mampu membenahi rumahnya. Begitu pula membuat kandang kambing yang terpisah dari rumahnya.

“Saya ingin kandang ditaruh di luar rumah. Tapi belum ada biaya,” ungkap Pardi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved