Breaking News:

Malang Raya

Gerakan Mursidi Kalah Cepat dengan Reruntuhan Tebing, Akhirnya . . .

Mursidi sedang menambang di bagian tebing menggunakan alat linggis. Mursidi menggali bagian bawah tebing.

Penulis: David Yohanes | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/David Yohanes
Lokasi penambangan yang menewaskan Mursidi (50) di Gedangan, Kabupaten Malang. 

SURYAMALANG.COM, GEDANGAN – Mursidi tewas secara menggenaskan. Warga Desa Sumber Jabon, Gedangan, Kabupaten Malang ini tertimpa batu kapur yang ditambangnya, Rabu (30/11/2016).

Kapolsek Gedangan, AKP Nuryono mengatakan Mursidi menambang di tanah miliknya sendiri. Saat itu Mursidi sedang menambang di bagian tebing menggunakan alat linggis. Mursidi menggali bagian bawah tebing.

“Korban tidak memperhatikan tanah di bagian atas. Saat korban menggali itulah tebingnya runtuh,” terang Nuryono.

Tubuh ayah tiga anak ini tertimbun material tanah merah bercampur batu kapur. Penambang malang ini meninggal di lokasi kejadian. Kepala mengalami luka paling parah.

“Sebenarnya ada satu teman yang menambang bersama korban. Temannya berhasil menyelamatkan diri,” tambah Nuryono.

Teman korban sempat menarik Mursidi untuk menghindari runtuhan tebing. Namun reruntuhan tebing jatuh lebih cepat dibanding geraknya.

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD), Bagyo Setyono mengatakan material yang menimpa Mursidi sekitar sembilan meter kubik.

“Proses evakuasi sempat terhambat karena material yang begitu banyak,” ujar Bagyo.

Jenazah Mursidi sempat dibawa ke Puskesmas Gedangan untuk dibersihkan. Pihak keluarga menolak divisum, dan memilih langsung memakamkan jenazahnya.

“Kami memberi uang santunan kematian dari bapak Bupati sebesar Rp 2,5 juta,” tandas Bagyo. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved