Nganjuk
Memprihatinkan, Perut Suyadi Semakin Membesar, Kata Dokter Belum Ada Obatnya
“Suami saya sudah pasrah dan putus asa. Apalagi dokter mengatakan penyakitnya belum ada obatnya,” ungkap Susana (46), istri Suyadi.
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, NGANJUK - Suyadi (48) hanya bisa pasrah. Perut warga Desa Kartoharjo, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk terus membesar.
“Suami saya sudah pasrah dan putus asa. Apalagi dokter mengatakan penyakitnya belum ada obatnya,” ungkap Susana (46), istri Suyadi, Rabu (30/11/2016).
Suyadi menderita penyakit itu sejak enam bulan silam. Sejak saat itu Suyadi sering keluar masuk rumah sakit.
Harta bendanya ludes untuk biaya pengobatan penyakit yang tidak kunjung sembuh. Kondisi Suyadi semakin memprihatinkan sejak dua bulan terakhir.
“Suami saya sudah tidka mau dibawa ke dokter karena pesimis sembuh,” ungkapnya.
Suyadi didiagnosis menderita kanker hati. Karena kondisinya semakin parah, perutnya menggelembung.
Sebaliknya, dua tangannya semakin mengecil. Sedangkan dua kakinya membengkak.
“Karena biaya terbatas, kami hanya membawa ke pengobatan alternatif,” tambah Susana.
Suyadi menggunakan tabung oksigen untuk bantuan pernafasan. Tabung oksigen harus diganti setiap dua hari dengan biaya sekitar Rp 150.000.
“Semoga masih ada yang memperhatikan penyakit suami saya,” harap Susana.