Malang Raya
PKL Alun-alun Kota Batu Setuju Direlokasi ke GOR Ganesa, Tapi Ada Syarat
Koordinator PKL Alun-alun, Puspita menyambut baik konsep penataan PKL tersebut. Pihaknya berharap PKL asli Batu mendapat prioritas.
Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko menjanjikan tempat relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) Alun-alun Batu di area parkir GOR Ganesa. Kebijakan ini diambil setelah PKL trotoar di Alun-alun ditertibkan Satpol PP, Selasa (29/11/2016) malam.
“Kami minta waktu beberapa hari untuk koordinasi dengan Dishub soal parkirnya. Setelah itu silakan PKL buka dagangan,” kata Eddy Rumpoko, Rabu (30/11/2016).
Sudah ada larangan PKL jualan di Alun-alun Batu. Makanya PKL Alun-alun Batu harus direlokasi ke tempat lain.
“Kami mengerti para PKL jualan mendekati pembeli. Tetapi kenyaman warga dan wisatawan harus diutamakan,” ucap Eddy Rumpoko.
Semua PKL Alun-alun Batu harus didata. Setelah ditempatkan di GOR Ganesa, PKL harus mendirikan Koperasi. Lapak, tenda, tambahan modal usaha, dan sebagainya dari Pemkot yang akan digelontorkan tahun depan bisa terkoordinir.
Rencananya setelah GOR stadion Brantas selesai, GOR Ganesa disulap menjadi sentra PKL. PKL bisa berjualan aneka dagangan. Pengunjung Alun-alun juga lebih nyaman menikmati dan membeli dagangan PKL.
“Itu sebenarnya konsep penataan PKL yang akan kami terapkan disitu,” ujar Eddy Rumpoko.
Sementara itu, Koordinator PKL Alun-alun, Puspita menyambut baik konsep penataan PKL tersebut. Pihaknya berharap PKL asli Batu mendapat prioritas.
“Ada 76 PKL yang asli Batu. Mereka ini harus diutamakan karena menggantungkan pendapatan dari hasil jualan,” tutur Puspita.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/pkl-kota-batu-bersama-eddy-rumpoko_20161130_174545.jpg)