Pasuruan
Inilah Sikap IASS Atas Kasus Dugaan Penistaan Agama oleh Ahok
IASS berrterima kasih kepada GNPF MUI dengan demonstrasi turun ke jalan yang dilegalkan oleh UU untuk memperjuangkan penegakan hukum seadil-adilnya.
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Isu penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Aksi bela hukum III oleh GNPF MUI, Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) menyatakan sikap.
IASS minta penegak hukum pro aktif untuk penegakan hukum secara cepat, tegas, dan adil demi keutuhan NKRI dan kembalinya kepercayaan masyarakat atas penegakan hukum di Indonesia tanpa keberpihakan.
IASS mendukung implementasi pendapat dan sikap keagamaan MUI berkaitan dengan kasus penistaan agama oleh Ahok.
IASS berrterima kasih kepada GNPF MUI dengan aksi demonstrasi turun ke jalan yang dilegalkan oleh UU untuk memperjuangkan penegakan hukum seadil-adilnya.
Sebelumnya, ada sekitar 50 ribu santri dari Jatim yang tergabung dalam IASS berkumpul di Pondok Pesantren (Ponpes) Dusun Sungi Kulon, Desa Tambakrejo, Kecamatan Kraton, Pasuruan, Jumat (2/12/2016) siang.
Puluhan ribu orang ini ikut Gerak Batin Sidogiri untuk Keadilan dan Keutuhan NKRI. Puluhan ribu santri ini tetap semangat meskipun hujan mengguyur. Kapolres Pasuruan, AKBP Muhammad Aldian, Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Djong Ferry Yon, dan alumni santri Sidogiri hadir dalam kegiatan tersebut.
Ketua Umum IASS Achmad Sa’dullah mengaku sengaja membuat kegiatan di Pasuruan tanpa berangkat ke Jakarta.
“Kami masih bisa membuat gerakan di sini. Niat kami adalah membela Islam,” kata Sa’dullah.
Dia mengecam sikap penistaan agama oleh Ahok.
“Kami sebenarnya cinta damai, dan Islam pun tidak menyarankan berperang. Namun, jika ada kejadian seperti ini maka harus diperangi,” tambahnya.
Doa bersama ini untuk mendoakan Indonesia ini agar damai, aman dan terkendali.
“Agar tidak ada kerusuhan atau perpecahan dalam republik ini. Kami bertekad untuk menjaga NKRI ini,” ungkapnya.
Dia juga melarang alumni IASS atau santri Ponpes Sidogiri melakukan aksi tanpa disertai fatwa dari para ulama terdahulu.
“Sekarang kami hanya bisa berdoa agar proses hukum berjalan lancar,” imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/peserta-gerak-batin-sidogiri-saat-memadati-ponpee-sidogiri-pasuruan_20161202_142528.jpg)