Breaking News:

Nasional

Kapolresta Depok Tampar Polisi yang Hendak Jaga Aksi 212, Ini Penyebabnya

"Kenapa kamu malah cengengesan?" kata Herry di depan anggotanya. Ia pun melayangkan tangannya ke pipi anggota Sabhara itu yang langsung dibalas..

Editor: Aji Bramastra
The Jakarta Post/Seto Wardhana
Ilustrasi : Aparat Kepolisian di Jakarta saat mengawal unjuk rasa 4 November di Jakarta, Jumat, (4/11/2016). 

SURYAMALANG.COM - Menjelang Aksi Damai 2 Desember 2016 atau Aksi 212, aparat kepolisian menggelar apel pasukan di berbagai wilayah.

Apel untuk memastikan kesiapan pasukan dalam mengamankan aksi yang bakal berpusat di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, itu.

Dalam apel pasukan pengamanan Aksi 212 di Mapolresta Depok, Rabu (30/11/2016) siang, Kapolresta Depok Ajun Komisaris Besar Herry Heryawan menampar anak buahnya dari anggota Samapta Bhayangkara.

Herry melakukan itu sebagai bentuk hukuman karena anggota Sabhara itu dianggap tidak mampu merawat senjata laras panjang yang merupakan bagian yang menempel di seragam setiap anggota Sabhara.

Selain itu, anggota yang ditampar Herry dianggap bersenda gurau dan tidak serius saat apel pasukan digelar.

"Kenapa kamu malah cengengesan?" kata Herry di depan anggotanya.

Ia pun melayangkan tangannya ke pipi anggota Sabhara itu yang langsung dibalas dengan sikap siaga dan sahutan angota Sabhara tersebut bahwa ia siap melaksanakan perintah.

Menurut Herry, setiap anggota polisi harus memiliki kedisiplinan tinggi termasuk merawat senjata.

"Karena kedisiplinan ini mampu membuat kita menjalankan tugas di lapangan nantinya," tegasnya.

Dalam apel pasukan itu, Herry meminta semua personel yang melakukan pengamanan dan pengawalan atas peserta aksi yang menuju Monas dengan melintasi Kota Depok dilakukan dengan baik dan humanis.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved