Breaking News:

Kesehatan

Perilaku Seks ini Mungkin Anda Lakukan, Tapi Berisiko Tinggi HIV/ AIDS

Perlu digarisbawahi, penularan infeksi yang mematikan ini paling banyak terjadi karena perilaku seks yang berisiko tinggi.

Editor: Aji Bramastra
ilustrasi

SURYAMALANG.COM - Penyakit AIDS adalah penyakit seksual menular yang paling ditakuti. Pasalnya, sampai saat ini belum ada obat yang bisa dikatakan efektif untuk mengatasinya.

Di Indonesia, jumlah kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) terus meningkat dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini.

Menurut Direktur Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, Sigit Priohutomo, peningkatan ini sejalan dengan makin banyaknya masyarakat yang sadar dan melakukan tes HIV.

Sehingga, makin banyak yang terdeteksi dan bisa menjalani pengobatan.

Data Kemenkes menyebutkan bahwa dari 2005 sampai September 2015, ada 184.929 laporan kasus HIV. Jumlah kasusHIV tertinggi yaitu di DKI Jakarta 38.464 kasus, Jawa Timur 24.104, Papua 20.147, Jawa Barat 17.075 dan Jawa Tengah 12.267 kasus.

Sedangkan faktor risiko penularan HIV terbanyak adalah karena hubungan seks tidak aman pada heteroseksual sebanyak 46,2 persen, penggunaan jarum suntik tidak steril 3,4 persen dan homoseksual sesama pria 24,4 persen.

Penderita HIV/AIDS terbanyak adalah ibu rumah tangga, kemudian profesi tidak diketahui dan selanjutnya karyawan.

Perilaku seks yang berisiko tinggi

Dari data di atas, kita jadi tahu bahwa HIV/AIDS bisa menjangkiti siapa saja, tidak pandang profesi, gender dan orientasi seksual.

Perlu digarisbawahi, penularan infeksi yang mematikan ini paling banyak terjadi karena perilaku seks yang berisiko tinggi.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved