Jumat, 10 April 2026

Pasuruan

Jelang Maulid Nabi, Perajin Cobek di Pasuruan Kebanjiran Orderan

Kepada SURYAMALANG.COM, Haddah mengakui kebanjiran pesanan menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Galih Lintartika
Perajin cobek di Pasuruan 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN – Raut wajah Haddah (57) warga Dusun Sempal Wadak, Kelurahan Karang Ketug, Kecamatan Gading Rejo, Pasuruan tampak serius. Ia terlihat sibuk membuat cobek atau cowek yang sering digunakan untuk membuat sambal. Akhir-akhir ini, pesanan Haddah melonjak drastis.

Penyebabnya adalah karena banyak orang yang pesan menjelang Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Kepada SURYAMALANG.COM, Haddah mengakui kebanjiran pesanan menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini. Menurutnya, keuntungan yang didapatkannya bisa lebih banyak dibandingkan sebelumnya.

"Bulan ini saja saya sudah mendapatkan orderan sekitar Rp 7 juta. Di bulan-bulan biasanya, saya tidak sampai itu," katanya.

Dia mengatakan, cobek di tempatnya ini memang dicari banyak orang. Ia menjelaskan bahwa buatannya ini berbeda dengan cobek dari buatan lainnya. "Kalau cobek saya lebih kuat dan tahan lama. Fungsi cobek ini untuk acara maulid nabi sebagai tempat aneka buah-buahan atau lainnya. Setelah itu dipercantik dengan kertas warna-warni," terangnya.

Kenaikan omzetnya ini mulai dirasakan Haddah sejak awal November lalu. Tanpa harus menjual ke pasaran, cobek buatannya sudah dibeli atau diborong tengkulak. "Kalau biasanya saya harus jualan dulu ke Pasar Pandaan, Ngopak, Winongan dan sebagainya. Tapi kalau musim maulud begini cobek saya dibeli dari daerah luas Pasuruan juga," ungkapnya.

Untuk hal ini, ibu dua anak ini mengaku tidak menaikkan harga cobeknya. Harga jual cobek miliknya masih tetap sama dengan hari-hari biasanya. "Satu cobek saya jual sama yakni per bijinya Rp 1500 sampai Rp 5000, tergantung ukurannya. Semakin besar semakin mahal haganya," paparnya.

Perajin cobek lainnya, Suwarsih mengakui hal serupa. Ia mengklaim bahwa usahanya kebanjiran orderan. "Bulan ini ada pesenan 500 cobek dan itu langsung dibayar tanpa saya menawarkan ke pasar. Kalau maulud nabi memang jualan cobek semakin ramai pesanan," jelasnya.

Dia mengakui, kondisi tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Untung yang didapatkannya pun berkurang akibat harga cobek tidak bisa dinaikkan namun harga bahan pokoknya naik. "Yang jelas meski ramai, untung kami tidak bisa seperti dulu. Ibaratanya musim maulud nabi itu, menjadi hari raya kami, karena cobek laris manis," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved