Breaking News
Sabtu, 11 April 2026

Jendela Dunia

Pengakuan Pria ini Menghebohkan, Jadi Hantu Selama 18 Bulan, Begini Penjelasannya

Seorang mantan tentara Inggris didiagnosis dengan sejenis penyakit otak yang langka. Penyakit itu menyebabkan dirinya percaya kalau dirinya sudah meni

Editor: Adrianus Adhi
Mynewshub.cc

SURYAMALANG.com - Sesuatu yang dirasa aneh memang kerap kali dialami oleh siapa saja. Seperti yang dirasakan oleh seorang pria berikut ini.

Seorang mantan tentara Inggris didiagnosis dengan sejenis penyakit otak yang langka. Penyakit itu menyebabkan dirinya percaya kalau dirinya sudah meninggal dan menjadi hantu.

Dikutip dari laman Mynewshub.cc, pria itu bernama Warren McKinlay usia 35 tahun. Ia didiagnosis dengan sejenis penyakit yang dikenal sebagai Sindrom Cotard.

Penyakit itu ia dapatkan setelah terlibat dalam sebuah kecelakaan sepeda motor pada Tahun 2005 yang hampir merenggut nyawanya.

McKinlay yang berasal dari Braintree, Essex mengatakan, kecelakaan itu menyebabkan dia mengalami cedera serius termasuk di bagian kepala dan dirawat di sebuah rumah sakit militer.

"Pada waktu itu banyak tentara Inggris yang terluka dalam perang di Afghanistan dirawat di rumah sakit sama," kayanya.

"Setiap hari saya melihat ada tentara yang mati dan banyak juga kehilangan anggota tubuh," tambahnya.

Menurutnya, setelah beberapa bulan dirawat di rumah sakit dia akhirnya sembuh dan diperbolehkan pulang.

Namun saat kembali ke rumah, ada sesuatu yang terjadi pada dirinya, dia mulai bertingkah aneh. Bahkan ia mengira kalau dirinya sudah meninggal seperti tentara lainnya.

"Karena sering melihat kematian ketika di rumah sakit, saya secara perlahan-lahan percaya saya juga sudah mati dan menjadi hantu," jelasnya.

"Saya juga tidak makan karena percaya tidak ada gunanya saya makan akibat sudah meninggal dunia," tambahnya.

Menurutnya, penyakit itu menyebabkan dia sering mengasingkan diri. Bahkan ia tidak berbicara dengan istri serta anak-anaknya karena percaya dia sudah menjadi hantu.

Katanya, kondisi itu berlangsung selama 18 bulan sebelum dia kembali pulih setelah menjalani perawatan psikologis. Seorang ahli mengatakan, Sindrom Cotard sangat jarang terjadi dengan probabilitas satu dalam satu miliar.

Menurutnya, penyakit itu bisa fatal karena pasien tidak mau makan ketika mengira mereka sudah mati.

Vivi Febrianti / Tribunnews

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved