Minggu, 12 April 2026

Nasional

Mantan Menteri Keuangan Berjuluk ''Mr Clean" Tutup Usia

Mantan Menteri Keuangan era Kabinet Pembangunan VI, Mar'ie Muhammad tutup usia, Minggu (11/12/2016)

Editor: Adrianus Adhi
Kompas/Eddy Hasby
Foto tak bertanggal ini memperlihatkan Mari'e Muhammad (kanan) tengah memberikan keterangan kepada wartawan dalam suatu kesempatan. 

SURYAMALANG.com - Mantan Menteri Keuangan era Kabinet Pembangunan VI, Mar'ie Muhammad tutup usia, Minggu (11/12/2016). Sebelum meninggal, Mar'ie menjalani perawatan terlebih dahulu di RS Pusat Otak Nasional.

"Innalillahi wa innaillaihi rojiun. Berita duka cita telah berpulang ke Rahmatullah bapak Marie Muhammad di RS Pusat Otak Nasional pda hari Minggu 11 Des 16 pkl 01.40 WIB. Mohon dimaafkan segala kesalahan dan kekhilafannya serta mohon doa untuk almarhum semoga husnul khatimah. Aamiin YRA," demikian bunyi pesan singkat yang diterima awak media.

Merujuk informasi dari laman Kementerian Keuangan, Mar'ie mengawali perjalanan karier di Kementerian Keuangan pada 1969.

Hingga tahun 1972, dirinya pernah bekerja di Ditjen Pengawasan Keuangan Negara dan juga menjadi anggota DPR Gotong Royong.

Setelah itu, pada 1972-1988, dia mengabdi di BUMN dengan jabatan terakhir sebagai direktur. Tahun 1988-1993, Mar'ie menjabat sebagai Dirjen Pajak.  Presiden RI kedua, Soeharto, kemudian mengangkatnya sebagai Menkeu pada 1993.

Dia dijuluki "Mr Clean" karena perjuangannya memberantas korupsi di lingkungan Kementerian Keuangan.

Di samping itu, dia juga berupaya meningkatkan efisiensi dan berusaha membersihkan institusi dari pegawai yang korup.

Salah satu langkah nyata Mar'ie adalah menolak dana taktis dan anggaran perjalanan dinas yang dinilai terlalu besar.

Selain itu, Mar'ie juga mengambil kebijakan untuk mengatasi kredit macet perbankan dengan empat jurus, yaitu dengan meningkatkan kemungkinan kekolektifan kredit yang telah disalurkan, pemberian kredit harus benar-benar berdasarkan kaidah perbankan yang sehat, setiap kredit yang diberikan harus benar-benar diawasi penggunaannya tanpa mencampuri masalah intern penerima kredit, dan menurunkan biaya overhead.

Selama 5 tahun menjadi Menteri Keuangan, pada awal tahun 1997, Indonesia pernah menjadi pelopor di Asia Tenggara dalam bidang perekonomian.  

Menkeu Sri Mulyani sempat menjenguknya ketika masih dirawat di RS Pusat Otak Nasional. Sri Mulyani sempat mengungkapkan kesedihannya setelah menjenguk Mar'ie.

"Sudah, beliau sadar berkomunikasi dengan saya, bisa mendengar ucapan saya, tetapi tidak bisa ngomong. Sedih," ujar Sri Mulyani di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, 21 November lalu.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menilai, saat menjadi Menteri Keuangan, Mar'ie sangat berkomitmen terhadap perbaikan sistem ekonomi pada era pemerintahan Soeharto.

Selain itu, Mar'ie juga dikenal memiliki komitmen yang kuat dalam memperbaiki Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

"Sewaktu beliau menjadi tim khusus yang membantu saya di Kementerian Keuangan, banyak sekali diskusi soal DJP, komitmen yang luar biasa dan beliau tahu betul apa yang ada di DJP," ujarnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved