Indonesia Soccer Championship

Coach Milo Sebut Kinerja Wasit Abdul Rahman Salasa Buruk!

"Ini bukan hanya terkait penalti, saya katakan wasit tidak bisa menghargai regulasi sepak bola," ujar Milo seusai pertandingan melawan PBFC.

Penulis: Dyan Rekohadi | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Dyan Rekohadi
Pelatih Arema Cronus, Milomir Seslija (kanan) 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Arema Cronus harus menerima hasil imbang 2-2 dalam lawatan ke Samarinda melawan Pusamania Borneo FC (PBFC), Minggu (11/12/2016) malam.

Hasil itu tentunya tidak memuaskan dan membuat kans Arema merebut gelar juara makin berat.

Pelatih Arema Cronus, Milomir Seslija menilai peran wasit turut membuat hasil dan kualitas pertandingan semalam buruk.

Milo secara terbuka menyatakan ketidakpuasannya dengan gaya kepemimpinan wasit.

"Ini bukan hanya terkait penalti, saya katakan wasit tidak bisa menghargai regulasi sepak bola," ujar Milo seusai pertandingan melawan PBFC.

Kekecewaan Milo juga ditujukan pada pemberian kartu yang tebang pilih. Menurutnya ada pelanggaran yang seharusnya tidak diganjar kartu diberi kartu kuning.

“Tapi ada pelanggaran keras yang harusnya mendapat kartu merah tidak dilakukan," tegasnya.

Di pertandingan Arema Cronus melawan PBFC Minggu malam wasit Abdul Rahman Salasa yang memimpin pertandingan membuat dua keputuaan hukuman penalti bagi Arema dan PBFC.

Hukuman penalti bagi Arema Cronus di penghujung babak kedua membuat pertandingan dihentikan karena protes pemain Arema. Tim Arema dan Goran Gancev memprotes penilaian wasit yang menganggap Goran handball di kotak penalti.

Kegeraman kubu Arema juga berlaku pada putusan wasit yang tidak memberikan kartu merah pada pemain PBFC Gerald Pangkali yang melanggar Dendi Santoso dengan keras dari belakang.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved